Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Media Sosial Picu Tekanan Mental Anak, Akademisi Unipdu Jombang Ingatkan Orang Tua

Anggi Fridianto • Senin, 16 Maret 2026 | 08:00 WIB

MENCERAHKAN: Direktur Pascasarjana Unipdu Jombang, Dr H Achmad Zakaria SKM MKes, saat menyampaikan materi.
MENCERAHKAN: Direktur Pascasarjana Unipdu Jombang, Dr H Achmad Zakaria SKM MKes, saat menyampaikan materi.

JombangBanget.id – Pusat Studi Qur’an Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang menggelar Kajian Ramadan bertema Menjaga Kesehatan Mental Anak di Tengah Tekanan Media Sosial, Minggu (15/3).

Direktur Pascasarjana Unipdu, Dr H Achmad Zakaria SKM MKes, menegaskan pentingnya perhatian orang tua dan masyarakat terhadap dampak penggunaan gadget pada anak.

’’Berdasarkan data ilmiah dari WHO, sekitar 70 persen anak di bawah usia 16 tahun telah menggunakan gadget,’’ katanya.

Angka tersebut juga hampir sama dengan kondisi di Indonesia.

’’Dari jumlah itu, sekitar 8,1 persen anak di dunia mengalami dampak cyberbullying,’’ ungkapnya.

Sedangkan di Indonesia angkanya lebih tinggi, yakni mencapai 16 persen.

Pemerintah telah mengambil langkah penting dengan menerbitkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital (Permenkomdigi) yang membatasi penggunaan gadget bagi anak di bawah usia 16 tahun.

’’Ini langkah luar biasa karena dampaknya sangat besar terhadap perkembangan sosial anak-anak kita,” ujarnya.

Achmad Zakaria memaparkan, kesehatan mental anak dapat dilihat dari empat aspek utama.

Pertama, aspek emosional yang berkembang sesuai tahap pertumbuhan anak.

Kedua, aspek kognitif, yakni kemampuan berpikir dan memiliki motivasi belajar sesuai usia.

Baca Juga: Bahas Bullying dalam Prespektif Hadis, Kajian Ramadan Unipdu Jombang Ajak Jaga Lisan dan Media Sosial

Ketiga, aspek sosial, yaitu kemampuan anak berinteraksi dengan teman sebaya, orang tua, maupun lingkungan yang lebih muda.

Keempat, kemampuan adaptasi dalam menghadapi berbagai situasi.

Berdasarkan hasil riset, aktivitas yang paling banyak dilakukan anak saat menggunakan gadget adalah menonton video.

Setelah itu bermain gim, serta menggunakan media sosial dengan aktivitas scrolling.

Kondisi tersebut dapat menimbulkan sejumlah dampak psikologis.

Salah satunya fenomena social comparison, yakni kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain yang dilihat di media sosial.

’’Padahal apa yang ditampilkan di media sosial sering kali tidak sesuai dengan kenyataan karena banyak proses editing atau makeover,’’ jelasnya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya literasi digital bagi anak agar tidak menelan mentah-mentah setiap informasi yang diterima di dunia maya.

Orang tua juga perlu membantu anak mengelola emosi ketika mengalami perundungan di dunia digital.

Sebagai solusi, ia mendorong orang tua dan sekolah untuk mengarahkan anak pada aktivitas yang lebih positif.

Seperti mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan memperbanyak interaksi sosial di dunia nyata.

’’Yang terpenting adalah mengurangi waktu penggunaan gadget dan menggantinya dengan kegiatan yang lebih bermanfaat,” ungkapnya. (ang/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#PP Darul Ulum #unipdu #puasa #media sosial #Kajian Ramadan #Jombang #ramadan #mental anak #puasa ramadan #UNIPDU Jombang #Anak #kajian