Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Tafsir Aktual: Quraisy (5)

Ainul Hafidz • Sabtu, 14 Maret 2026 | 06:46 WIB

Rubrik opini KH Mustain Syafii.
Rubrik opini KH Mustain Syafii.

ILAFIHIM rihlah al-syita’ wa al-shaif.

Seperti paparan sebelumnya terkait pribadi Muhammad muda yang penuh keistimewaan, beberapa bisa dipetik sebagai pelajaran, antara lain:

Pertama, Muhammad sebagai anak manusia biasa yang lahir dalam keadaan yatim.

Masih di dalam kandungan, ayahnya, Abdullah, wafat lebih dulu.

Disusul ibunya, Aminah, meninggal, padahal masih kecil, dirawat kakeknya dan seterusnya. Tapi, sejak bayi, pribadinya memberkahi. Inilah poinnya, ’’MEMBERKAHI’’.

Sang ibu susu, Halimah al-Sa’diyah yang tergolong keluarga miskin, berkah keikhlasannya menyusuhi Muhammad bayi, ekonomi keluarganya berangsur-angsur meningkat dan berkecukupan.

Hasil panen melimpah, melebihi sebelumnya. 

Begitu halnya ternak peliharaan. Selain deras sekali mengeluarkan susu segar yang bisa dijual dan dijadikan nafkah harian, juga berkembang biak secara menakjubkan.

Indukannya melahirkan anak lebih dari satu, luar biasa. Hingga tetangga sekitar terkagum melihat pertumbuhan ekonomi menakjubkan tersebut.

Kok bisa begitu..? Begini: Salah satu tradisi wong Arab itu ada ibu-ibu yang sedang menyususi menawarkan jasa ke orang lain yang punya anak bayi, tapi enggan menyusui dengan bayaran atau dikontrak sekian.

Ketika ke keluarga Muhammad, semuanya tidak mau karena bayarannya kecil. Hanya Halimahal-Sa’diyah.

’’Itulah buah keikhlasan.. Mesti dibales karo Pengeran’’.

Pribadi seperti Muhammad kecil ini memang tidak bisa dicontoh, karena itu sudah gawane bayi.

Tetapi bisa diambil sebagai pelajaran. Bahwa manusia itu sebisa mungkin memberi manfaat kepada lingkungan sesuai kapasitas masing-masing.

Bisa sedekah seribu, sedekahlah. Ikat diri Anda sebagai wajib bersedekah minimal seribu rupiah perhari.

Misalnya.. Begitulah Tuhan mengajarkan, ’’Kataba ‘ala nafsih al-Rahmah..’’

Lalu ditingkatkan menjadi dua ribu rupiah, lima ribu dan seterusnya. Dan pasti bisa, pasti didukung oleh Tuhan, dan yakinlah pasti ditambah rezeki. Anda ingin kaya..?

Bersedekahlah. Ini nyata, nyata sekali dan terbukti. Tinggal keimanan Anda saja. Mana ada orang jatuh miskin gara-gara bersedekah. Ya, tapi terukur dan ikhlas.

Jika Anda tidak bisa berbuat baik, setidaknya NOL aktifity, dan tidak melakukan keburukan. Nik gak bisa ngomong yang baik, ya diam.

Membatin buruk kepada orang lain saja tidak boleh. Sebab, jangan-jangan kita salah baca dan tergesa-gesa berburuk sangka.

Tapi waspada tetap diperlukan. Dialah al-mam al-Hasan al-Bashry, ulama terkenal dan sufi basar melihat seorang pemuda duduk asyik bersama seorang wanita di sebuah taman dekat sungai besar.

Sang imam berprangka buruk, apalagi di sampingnya ada botol minuman keras. Sudah pacaran, minum di tempat terbuka.. Brengsek..(Bersambung in sya Allah).

Penulis:

KH Mustain Syafii, Mudir PP Madrasatul Quran Tebuireng, Jombang

Editor : Ainul Hafidz
#opini #Tebuireng #KH Mustain Syafii #muhammad #Quraisy #nabi muhammad #Jombang #Tafsir Aktual