Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Usai Direvitalisasi, Minha Jombang Diserbu Pengunjung saat Ramadan

Anggi Fridianto • Selasa, 10 Maret 2026 | 09:12 WIB

NGABUBURIT: Pengunjung belajar sejarah di Museum Islam Nusantara KH Hasyim Asy’ari (Minha) di kawasan Pondok Pesantren Tebuireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Jombang.
NGABUBURIT: Pengunjung belajar sejarah di Museum Islam Nusantara KH Hasyim Asy’ari (Minha) di kawasan Pondok Pesantren Tebuireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Jombang.

JombangBanget.id – Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari (Minha) di kawasan Pondok Pesantren Tebuireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Jombang jadi jujukan ngabuburit favorit masyarakat selama Ramadan.

Salah satunya terpantau kemarin (8/3), sejumlah pengunjung terlihat memanfaatkan waktu menunggu berbuka puasa dengan berkeliling museum.

Teguh Setiawan, 41, salah satu warga mengaku sengaja datang ke museum tersebut untuk mengisi waktu ngabuburit dengan cara yang berbeda.

Ia memilih melihat koleksi sejarah agar waktu menjelang berbuka terasa lebih bermanfaat.

”Jujur saya pangling. Penataannya jauh lebih estetik dan interaktif. Ngabuburit di sini tidak terasa membosankan karena seperti diajak melihat perjalanan Islam di Nusantara,” ujarnya.

Sejak dibuka kembali (13/1) lalu, museum tersebut tampil lebih modern.

Proses revitalisasi menghadirkan penataan ruang yang lebih rapi dengan tata cahaya dramatis dan konsep display yang lebih interaktif.

Di lantai dua museum, pengunjung dapat melihat berbagai koleksi kitab kuno serta naskah literasi Islam Nusantara yang dipajang dalam etalase kaca.

Koleksi tersebut menjadi salah satu daya tarik utama bagi pengunjung yang ingin mengenal sejarah perkembangan Islam di Indonesia.

Selain itu, museum juga menampilkan berbagai artefak budaya seperti wayang kulit serta figur tokoh-tokoh ulama Nusantara.

Terdapat pula replika prasasti dan nisan kuno dari berbagai daerah yang menggambarkan perjalanan panjang syiar Islam di Nusantara.

Baca Juga: Begini Serangkaian Acara Haul Gus Dur ke-14 di Jombang (2-habis), Kemendikbudristek: Akan Kita Gelorakan Warisan 2 Tokoh Besar di Minha

Sementara itu, Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Esti Nurjadin, menyampaikan koleksi barang pameran di Minha kini terus bertambah.

”Koleksi saat ini ada 263 dan masih on going,” kata Indira.

Ia mengatakan, konsep penataan ruang pamer juga berubah.

Pengunjung kini bisa menelusuri perjalanan sejarah Islam di Indonesia secara runtut, mulai dari awal masuknya Islam ke Nusantara hingga dinamika umat Islam era modern.

Di lantai I, ruang khusus KH. Wahid Hasyim terintegrasi dengan ruang KH. Hasyim Asy’ari.

Kehadiran ruang ini melengkapi kisah tiga tokoh besar NU: KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahid Hasyim, dan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Selain itu, museum juga menampilkan lukisan 26 tokoh Pahlawan Nasional Muslim Indonesia.

”Lukisan tersebut menjadi pengingat kontribusi besar umat Islam dalam perjuangan kemerdekaan, dakwah, pendidikan, hingga diplomasi kebangsaan,’’ tambahnya.

Di lantai II, pameran terbagi dalam empat zona tematik.

Zona Islam awal di Nusantara, jaringan ulama abad ke-17–19, masa pendudukan Jepang hingga proklamasi, serta dinamika Islam pasca-kemerdekaan hingga era reformasi.

Sejumlah koleksi unggulan turut dipamerkan, seperti Mushaf Pusaka Al-Qur’an pertama Republik Indonesia, sejarah ibadah haji dari masa kolonial, Konferensi Islam Asia-Afrika, berdirinya MUI, Mushaf Istiqlal, hingga penetapan Hari Santri. (ang/naz)

 

 

Editor : Ainul Hafidz
#Tebuireng #pengunjung #Museum Islam Indonesia KH hasyim Asy'ari #Jombang #ramadan #MINHA