JombangBanget.id – Tiga hari pasca-keracunan massal yang menimpa puluhan santri Ponpes Sholawat Darut Taubah Mojoagung, Jombang seluruh korban akhirnya dipulangkan.
Sebanyak 28 santri yang sempat menjalani opname di RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung sudah kembali ke pondok.
”Untuk seluruh santri, sudah pulang sejak Sabtu (8/3), sekarang sudah tidak ada lagi yang dirawat,” terang Direktur RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung Dwi Riski Wulandari (8/3).
Dwi menjelaskan, para santri diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka dinyatakan telah pulih dan sehat kembali.
Seluruh keluhan berupa mual hingga muntah dan lemas, juga sudah berhasil ditangani.
”Untuk kondisi mereka kemarin memang sudah sehat, sehingga diberbolehkan pulang,” lanjutnya.
Namun, saat disinggung terkait penyebab pasti keracunan tersebut hingga dugaan dampak konsumsi rawon buatan pondok dan telur asin dari MBG, Dwi menyebut hal itu tak masuk dalam pemeriksaannya.
”Soal ini kami tidak melakukan pemeriksaan, namun seluruh biaya kemarin ditanggung sama SPPG,” pungkasnya.
Sayangnya, hingga berita ini ditulis Kepala Dinas Kesehatan Jombang Hexawan Tjahja Widada belum memberikan keterangan soal hasil lab.
Upaya telepon hingga pesan yang dikirim wartawan tak direspons.
Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan satri pondok pesantren Sholawat Darut Taubah tumbang dan mengalami keracunan massal pada Kamis (5/3) petang.
Baca Juga: Puluhan Santri Ponpes di Mojoagung Jombang Keracunan Massal, Usai Santap Rawon dan Telur Asin MBG
Mereka mengeluhkan mual, muntah hingga pingsan setelah mengikuti buka bersama di pesantren.
Menu dalam buka puasa itu, adalah nasi rawon yang dimasak pihak pondok pesantren, dan telur asin dari MBG.
Sebelum tumbang dan keracunan, santri yang mengonsumsi telur asin merasakan adanya keanehan pada telur yang mereka makan karena berbau busuk.
Hasilnya, ada 40 santri yang sempat dilarikan ke rumah sakit akibat kejadian itu.
Sebanyak 28 di antaranya, bahkan masih menjalani perawatan hingga Jumat (6/3) siang.
Sementara Dinas Kesehatan Jombang, sejak Kamis malam juga telah mengumpulkan sejumlah sampel dari lokasi.
Baik sampel rawon, sampel telur asin hingga sampel muntahan santri yang terdampak untuk dilakukan uji lab. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz