JombangBanget.id - Meski sebagian sudah diperbolehkan pulang, sebanyak 28 santri Pondok Pesantren Sholawat Darut Taubah, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Jombang masih menjalani perawatan di RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung hingga Jumat (6/3) pagi.
Direktur RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung, Dwi Rizki Wulandari, menyebut seluruh pasien masih dirawat inap untuk observasi lanjutan.
Para santri ditempatkan di 11 kamar perawatan yang tersebar di beberapa lantai rumah sakit. ”Kami menerima 28 pasien dan semuanya saat ini masih dirawat inap,” ujarnya.
Dari jumlah tersebut, tiga pasien ditangani dokter spesialis penyakit dalam karena faktor usia, sedangkan mayoritas lainnya dirawat oleh dokter spesialis anak.
”Yang dirawat dokter penyakit dalam ada tiga orang karena usianya sudah di atas usia anak, bukan karena kondisinya lebih berat,” jelasnya.
Menurut Dwi, kondisi para pasien relatif stabil. Sebagian bahkan direncanakan bisa pulang setelah evaluasi medis.
”Dari 28 pasien itu, insyaallah enam orang rencananya bisa rawat jalan atau dipulangkan hari ini. Sisanya masih kami observasi,” katanya.
Rentang usia pasien cukup bervariasi, mulai dari 12 tahun hingga 21 tahun. Mayoritas datang dengan keluhan pusing, mual, dan muntah.
”Keluhan terbanyak pusing, mual dan muntah. Karena muntah terus, anak-anak jadi lemas,” terangnya.
Meski begitu, kondisi kegawatdaruratan berhasil diatasi sejak malam kejadian.
”Tadi malam setelah penanganan awal kondisinya sudah stabil. Pagi ini kami lakukan pemeriksaan ulang dan keluhan mereka sebagian besar sudah berkurang,” ungkapnya.
Baca Juga: Ramai Kasus Keracunan, Dua Yayasan Pendidikan di Jombang Tolak Program MBG
Penanganan awal dilakukan dengan prosedur standar kegawatdaruratan, memastikan jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi tubuh tetap stabil.
”Gangguan yang paling terlihat memang pada sirkulasi karena mereka banyak muntah sehingga kekurangan cairan,” tambahnya.
Ia menduga kondisi tersebut berkaitan dengan kurangnya asupan cairan akibat muntah berulang.
”Intake-nya sedikit lalu muntah terus, akhirnya kekurangan cairan,” ujarnya. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz