Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

SUngai Meluber Bikin Banjir, Satu Jembatan di Jombang Putus, Jembatan Poros Kecamatan Terancam Ambles

Achmad RW • Rabu, 4 Maret 2026 | 06:11 WIB

 

Jembatan di Desa Wringinpitu Mojowarno Jombang yang putus diterjang air sungai
Jembatan di Desa Wringinpitu Mojowarno Jombang yang putus diterjang air sungai

JombangBanget.id - Hujan deras di wilayah hulu membuat Kali Putih dan Kali Catakbanteng meluber sepanjang Senin (2/3) malam.

Banjir pun menggenang di sejumlah titik, bahkan membuat dua jembatan terdampak. Satu jembatan putus total, satu lagi kondisinya mengkhawatirkan.

Luberan air ini, terjadi pada Selasa malam. Sejumlah wilayah di pinggiran Kali Putih di Kecamatan Mojowarno, tergenang air banjir.

"Iya tadi malam memang sempat muncul genangan, karena sungai meluber," terang Camat Mojowarno Roni Affriandie.

Ia menyebut, sejumlah wilayah pun tergenang, seperti wilayah Desa Gondek, Desa Wringinpitu hingga Desa Catakgayam.

"Dampaknya yang paling parah di Desa Gondek, sekitaran pasar itu air menggenang dan bercampur lumpur," terangnya.

Selain itu, banjir juga membuat sampah menumpuk di sejumlah jembatan. Bahkan, ada dua jembatan yang langsung terdampak.

"Untuk jembatan, ada yang putus di Dusun Tegalsari, Desa Wringinpitu, Kecamatan Mojowarno, itu jembatan lama dan jembatan buatan warga yang dibuat akses alternatif ke pondok," terangnya.

Kedua abutmen jembatan itu, rontok diterjang arus air sungai Catakbanteng.

Selan meruntuhkan jembatan, tanggul sungai yang berbatasan dengan bangunan rumah warga juga ikut tergerus.

"Sudah kami laporkan, kami berharap nanti ada bantuan dari PU atau BBWS untuk pembuatan bronjong paling tidak, agar gerusannya tidak makin parah," tambahnya.

Air deras, juga membuat sebuah rumpun bambu ikut hanyut terbawa air, hingga tersangkut di jembatan di Desa Gondek, Kecamatan Mojowarno.

Bahkan, hanyutnya rumpun bambu ini, disebut mengakibatkan kerusakan pada struktur jembatan yang jadi jalur poros Diwek-Mojowarno itu.

"Yang di gondek, jembatannya muncul retakan, sehingga sejak tadi malam ditutup sementara untuk kendaraan besar, sambil menunggu asesmen dari Dinas PUPR," pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Plt Kepala Dinas PUPR Jombang Imam Bustomi membenarkan hal itu.

Pihaknya menyebut telah mendapat laporan perihal adanya gangguan pada jembatan yang berdiri di jalan ruas Cukir-Mojowarno itu.

"Jadi memang dilaporkan ada penurunan elevasi, karena ada indikasi penurunan di kedua abutmen, sehingga memunculkan kekhawatiran akan kondisi jembatan," terangnya.

Pihaknya, juga sudah menerjunkan tim ke lokasi untuk memantau dan mengecek kondisi jembatan tersebut.

"Sudah tadi teman-twman sudah cek lokasi, dan masih diolah datanya, kita juga rwncananya mau mengecek dengan peralatan yang lebih detail lagi untuk memastikan," imbuhnya.

Pihaknya juga menyebut selama belum dinyatakan aman, akses menuju jembatan itu sementara akan ditangguhkan dan dibatasi.

"Untuk roda dua, sementara masih bisa, untuk rodal empat atau lebih, diimbau mencari jalan lain dulu sambil menunggu hasil pengecekan," pungkasnya. (riz)

Editor : Achmad RW
#Mojowarno #sungai #putus #banjir #jembatan #Jombang