Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Tafsir Aktual: Quraisy (3)

Ainul Hafidz • Sabtu, 28 Februari 2026 | 08:29 WIB

 

Rubrik opini KH Mustain Syafii.
Rubrik opini KH Mustain Syafii.

LI ilaf quraisy, ilafihim rihlah al-syita’ wa al-shaif.

Quraisy, adalah nama tokoh yang kemudian dijadikan nama suku terkemuka di negeri Arab.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam sendiri lahir dari suku tersebut.

Terkenal sebagai bangsa yang punya filing bisnis hebat dan punya proyeksi besar menguasai dunia perdagangan pada zamanannya.

Sehingga digambarkan punya dua rihlah, dua perjalanan bisnis ke luar negeri.

Pertama, ke negeri Yaman dan sekitarnya pada musim dingin (rihlah al-syita’).

Kedua, pada musim panas atau rihlah al-shaif ke negeri Syam, Siria dan sekitarnya.

Ini murni selingan. Seorang santri kebingungan niteni arti kata Syita’ dan Shaif.

Ngendi sing musim dingin dan mana yang kemarau, khawatir ketukar. Lalu sang guru ngajari: Itu dilihat huruf akhirnya.

Jika akhirannya berupa huruf ’’Hamzah”, Syita’, ’’A’’, berarti ’’adem’’, musim penghujan.

Bila akhirannya huruf ’’Fa’’, (Shaif), berarti Fanas, Panas, musim kemarau.

Surah pendek yang terdiri atas empat ayat selain Basmalah ini, globalnya mengandung dua bahasan pokok.

Pertama, mengunggah keleluasaan daerah bisnis suku Quraisy, yaitu ke dua penjuru dunia, (Rihlah al-syita’ wa al-shaif).

Kedua, perintah bersyukur, beribadah kepada Tuhan Penguasa Kakbah yang memberi rezeki dan keamanan, (falya’budu Rabb hadza al-Bait al-ladzi ath’amahum min ju’ wa amanahun min khauf).

Dari sejarah bisnis suku Quraisy ini, tidak aneh jika Muhammad Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam sejak muda sudah menekuni bidang perdagangan yang menyebabkan dirinya terkenal sebagai pengusaha muda yang sangat jujur dan sukses.

Prestasi Muhammad muda ini viral banget hingga nembus ke telinga saudagar wanita ternama, yaitu Khadijah bint Khuwailid, janda dua kali yang cantik dan dermawan.

Dengan seksama, Khadijah mempelajari segalanya dari Muhammad muda.

Tidak hanya dari prilaku dan kejujurannya, bahkan tergiur oleh postur tubuhnya yang gagah, tampan, berwibawa dan maskulinistik.

Muhammad muda dipercaya penuh menjalankan bisnis ke luar negeri seperti biasanya.

Khadijah juga menunjuk Maisarah, budak laki-laki miliknya untuk menyertai Muhammad muda dalam perjalanan bisnis tersebut, sekaligus mata-mata dan monitor.

Khadijah sangat tertarik kepada mitra bisnisnya yang baru ini. Selain jujur, tampan, sopan juga meraup untung banyak sekali melebihi biasanya.

Ketertarikan Khadijah ini, kami kira wajar. Perempuan mana sih yang tidak kesengsem melihat Rasulullah. Apalagi saat masih muda.

Dari sisi ini saja, diri Rasulullah itu memberkahi. Makanya, You bila pingin urip berkah..?

Salah satunya adalah aktif, istiqamah bersalawat kepada beliau.

Baca Juga: Tafsir Aktual: Kafir (2)

Silakan, mau berapa ribu sehari..? Dan membaca salawat yang sakti itu dilakukan secara khafiy, senyap, namun mendalam di hati. (bersambung, in sya’ Allah). (*)

Penulis:

KH Mustain Syafii, Mudir PP Madrasatul Quran Tebuireng, Jombang

Editor : Ainul Hafidz
#Tebuireng #KH Mustain Syafii #Ayat #Tafsir #alquran #Quraisy #Jombang #Tafsir Aktual