Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Ngaji Maraton dan Kelola Ikan, Begini Cara Pesantren di Ngoro Jombang Didik Santri Mandiri

Azmy endiyana Zuhri • Jumat, 27 Februari 2026 | 09:04 WIB

Selain mengaji, santri di Pondok Pesantren Attah Tahdzib, Kecamatan Ngoro, Jombang diajari budidaya ikan.
Selain mengaji, santri di Pondok Pesantren Attah Tahdzib, Kecamatan Ngoro, Jombang diajari budidaya ikan.

JombangBanget.id - Musim libur sekolah di bulan Ramadan identik dengan waktu santai bagi pelajar.

Namun, suasana berbeda terlihat di Pondok Pesantren Attah Tahdzib, Kecamatan Ngoro, Jombang.

Ratusan santri justru menjalani hari-hari penuh tempaan.

Sejak selepas Subuh hingga mendekati tengah malam, para santri disibukkan dengan ngaji kilatan kitab kuning. Total ada 52 kitab yang dikaji selama Ramadan.

Tidak ada istilah libur, baik bagi santri putra maupun putri.

Selama Ramadan, kegiatan berlangsung maraton, dimulai setelah Subuh dan baru berakhir sekitar pukul 23.00 WIB.

Pimpinan Ponpes Attah Tahdzib, KH Ahmad Masruh, menegaskan Ramadan menjadi momentum terbaik untuk menggenjot pendalaman ilmu agama sekaligus membangun mental kemandirian santri.

”Ngaji kitab kuning sistemnya kilatan. Sehari penuh, mulai setelah Subuh sampai jam 11 malam. Ada 52 kitab, santri bebas memilih sesuai minat,” ujarnya.

Padatnya jadwal mengaji tidak membuat santri hanya berkutat di kelas.

Pada siang hari, sebagian santri turun langsung ke kolam ikan milik pondok.

Mereka membersihkan kolam, memilah indukan, melakukan pemijahan, hingga merawat benih dan masa panen.

Baca Juga: Neon Box Gapura Jombang Santri Mati, DLH Janji Tindak Lanjuti

Beragam jenis ikan dibudidayakan. Mulai nila, patin, bawal, tombro, hingga koi. Seluruh proses dikelola mandiri oleh para santri.

”Dari pembibitan sampai panen kami urus sendiri. Masa panen berbeda-beda, ada yang dua bulan, ada juga sampai enam bulan tergantung jenis ikan,” kata Abdul Latif, santri asal Banten.

Selain perikanan, santri juga dibekali keterampilan pertanian, berkebun, hingga pertukangan.

Aktivitas tersebut tetap berjalan meski para santri menjalani ibadah puasa. Terutama perawatan benih ikan dan tanaman yang tidak bisa ditinggalkan.

Menurut Kiai Masruh, pola pendidikan tersebut dirancang agar santri tidak hanya kuat dalam keilmuan agama, tetapi juga memiliki bekal hidup mandiri saat kembali ke masyarakat.

”Mereka pulang tidak bingung mencari pekerjaan. Sudah punya pengalaman perikanan, pertanian, dan keterampilan lain. Bisa langsung terjun di masyarakat,” tegasnya.(yan/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#ponpes #Santri #Ngoro #Pondok Pesantren #puasa #budidaya ikan #Jombang #ramadan #puasa ramadan #Ngaji