Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Pedagang Kembali Padati Depan Pasar Ploso, Pemkab Jombang Siapkan Relokasi

Ainul Hafidz • Senin, 23 Februari 2026 | 14:01 WIB

MENUMPUK: Kondisi depan Pasar Ploso, Jombang yang baru saja direhab ramai aktivitas jual-beli, (18/2).
MENUMPUK: Kondisi depan Pasar Ploso, Jombang yang baru saja direhab ramai aktivitas jual-beli, (18/2).

JombangBanget.id – Upaya penataan kawasan depan Pasar Ploso terus dilakukan Pemkab Jombang.

Pedagang yang masih berjualan di area depan pasar direncanakan akan direlokasi ke kawasan Sub Terminal Ploso, Jombang agar kawasan depan pasar benar-benar steril dari aktivitas jual beli.

Kepala Bidang Sarana Perdagangan dan Bapokting Disdagrin Jombang, Yustinus Harris Eko Prasetijo mengatakan, pihaknya sudah mengambil langkah tegas pada pedagang yang tidak menempati lapak resmi di dalam pasar.

”Memang ada pedagang yang keluar atau tidak menempati tempatnya, sudah kami beri surat peringatan dan teguran. Karena yang sudah punya tempat harus masuk tempatnya semula,” ujarnya.

Sementara bagi pedagang yang belum memiliki tempat dan berjualan secara lesehan di depan pasar, Disdagrin menyiapkan solusi relokasi.

”Sudah kita carikan solusi. Salah satunya nanti akan kita berikan tempat. Jadi rencananya akan dijadikan satu di Sub Terminal Ploso,” imbuhnya.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) selaku pemilik aset Sub Terminal Ploso dan sudah mendapat lampu hijau.

Namun sebelum ditempati, lokasi tersebut akan dibenahi terlebih dahulu.

”Akan dibangun drainase dahulu, karena ketika hujan masih ada beberapa titik jadi lokasi genangan air. Fasilitas pendukung juga perlu disiapkan. Kasihan kalau tidak difasilitasi. Jadi ada anggarannya sedikit, rencana akan digunakan untuk kebutuhan itu,” tuturnya.

Pada prinsipnya area depan Pasar Ploso harus steril dari pedagang.

”Kalau saya melihat ada pedagang yang di jalan atau di luar, kami minta pergi. Dulu ada pedagang rambutan, saya minta pergi saja. Tetapi apakah kami harus setiap hari di sana, jelas tidak mungkin,” ujarnya.

Penertiban juga melibatkan pihak kecamatan dan Satpol PP.

Menurutnya, secara prinsip semua pihak sudah satu suara untuk menjaga kawasan depan pasar tetap tertib. Namun pengawasan tidak bisa dilakukan setiap hari.

”Sebenarnya sudah satu suara dengan kita, membantu menjaga kawasan depan benar-benar steril. Tetapi teman-teman Satpol PP di kecamatan juga tidak bisa setiap hari di sana,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, penataan Pasar Ploso masih membutuhkan perhatian ekstra.

Meski pemerintah daerah sudah menggelontorkan anggaran hingga miliaran rupiah untuk merehabilitasi pasar serta membangun Pasar Buah di Sub Terminal Ploso, pedagang kembali memadati area depan pasar untuk berjualan. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Disdagrin Jombang #Pemkab Jombang #pedagang #pedagang pasar #pasar ploso #Jombang #Sub terminal Ploso #utara brantas #Ploso #Pasar Buah