Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Penertiban Tak Digubris, Disdagrin Jombang Dibuat Kewalahan Hadapi Pedagang Pasar Ploso

Ainul Hafidz • Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:16 WIB

RAMAI: Kondisi Pasar Ploso, Jombang yang ramai aktivitas jual beli.
RAMAI: Kondisi Pasar Ploso, Jombang yang ramai aktivitas jual beli.

JombangBanget.id - Upaya penataan Pasar Ploso, Jombang kembali menuai masalah.

Meski sudah dilakukan penertiban dan pemberian surat peringatan, pedagang tetap kembali menempati area depan pasar yang seharusnya steril dari aktivitas jual beli.

Kondisi ini membuat Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang kewalahan.

Kepala Bidang Sarana Perdagangan dan Bapokting Disdagrin Jombang, Yustinus Harris Eko Prasetijo, mengakui pihaknya sudah mengetahui fenomena tersebut.

”Memang perilaku pedagang seperti itu. Tidak hanya di Jombang, di Jawa Timur, bahkan di belahan Indonesia, pasar pasti ada seperti itu,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap kali dilakukan penataan, pedagang kerap melakukan protes bahkan meminta audiensi dengan kepala daerah.

”Sekarang pedagang kesannya di atas angin. Ketika kami tertibkan, mereka bikin aksi dan minta ketemu bupati,” ungkapnya.

Padahal, pemerintah daerah sudah menghabiskan anggaran miliaran rupiah untuk merehabilitasi Pasar Ploso dan membangun Pasar Buah Sub Terminal Ploso.

Namun, lapak-lapak kembali memenuhi area depan pasar, menimbulkan kesan semrawut.

Disdagrin mengaku sudah menampung aspirasi pedagang Pasar Ploso sejak awal, termasuk penolakan konsep bangunan bertingkat.

”Dulu mereka minta supaya tidak lantai dua, sudah kami tampung. Akhirnya dibangun lantai satu saja di terminal dan di Pasar Plosonya direhab. Sudah ditata dan kita buatkan tempat yang bagus, ternyata tidak ditempati,” jelasnya.

Baca Juga: Disdagrin Jombang Siapkan Pengawasan Ketat, Antisipasi Pedagang Liar di Pasar Ploso dan Pasar Buah

Bahkan, pihaknya sudah melayangkan surat peringatan dan melakukan penertiban langsung di lapangan.

”Kita berikan surat peringatan, kita obrak dan kita masukkan ke dalam. Ternyata keluar lagi. Ditambah banyak pedagang luar juga jualan di sana. Ada dari Mojokerto, Nganjuk, Pare. Mereka itu jualannya di pinggir-pinggir jalan,” ungkapnya.

Pedagang dari luar daerah itu turut memperparah kondisi karena berjualan di tepi jalan sekitar pasar.

Padahal, dinas sudah mengarahkan agar seluruh pedagang masuk ke dalam area yang telah disediakan.

”Sudah kami berikan surat peringatan atau teguran. Harapannya masuk ke dalam semua. Jadi di depan itu benar-benar steril,” tegasnya.

Fenomena serupa juga terjadi di kawasan alun-alun, di mana pedagang kaki lima semakin membeludak.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada tahun lalu Pemerintah Kabupaten merehabilitasi Pasar Ploso sekaligus membangun Pasar Buah Sub Terminal Ploso.

Rehabilitasi pasar menelan anggaran mencapai Rp 3,5 miliar, sementara pembangunan Pasar Buah menghabiskan anggaran Rp 3,9 miliar.

Selain mempercantik wajah pasar, dua proyek tersebut menjadi komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan tata kelola pasar yang sebelumnya dinilai semrawut, sekaligus mendorong terciptanya pusat perdagangan yang lebih tertata dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Disdagrin Jombang #Pemkab Jombang #kewalahan #pedagang #pedagang pasar #pasar ploso #Jombang #pasar