JombangBanget.id – Sebanyak 1.263 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Jombang dipastikan siap berangkat pada musim haji 2026.
Jumlah tersebut telah masuk daftar berhak berangkat dan kini tinggal menunggu tahapan teknis pemberangkatan.
Sesuai jadwal Jemaah akan diberangkatkan pada Mei mendatang.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, menyampaikan total jemaah tersebut merupakan hasil verifikasi bertahap hingga berakhirnya masa manasik untuk keberangkatan 2026.
”Untuk jemaah haji yang berhak berangkat di tahun 2026 totalnya sebanyak 1.263 orang,” ujarnya.
Ribuan jemaah itu akan tergabung dalam empat kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 60, 61, 62, dan Kloter 63.
”Pemberangkatan dijadwalkan berlangsung bertahap pada 6 hingga 7 Mei 2026,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, tahapan manasik haji telah rampung pada Sabtu (14/2) lalu.
Pihaknya kini mulai menyusun jadwal teknis keberangkatan secara rinci.
Mulai dari waktu kedatangan jemaah di Pendopo Kabupaten Jombang hingga pergeseran menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya.
”Mulai dari jam berapa jamaah masuk ke pendopo hingga keberangkatan ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya akan kita susun jadwalnya. Semua detail disiapkan agar jamaah benar-benar siap diberangkatkan,” terangnya.
Sementara itu, rangkaian manasik haji telah dilaksanakan bertahap di sejumlah kecamatan.
Tahap awal digelar di 13 kecamatan, kemudian dilanjutkan di delapan kecamatan yang tersebar di beberapa titik kegiatan.
Delapan kecamatan tersebut meliputi Jombang, Diwek, Jogoroto, Megaluh, Tembelang.
Perak, Bandarkedungmulyo, Gudo, Bareng, Ngoro, Wonosalam, Mojowarno, serta Mojoagung.
Selain itu, manasik juga digelar di tiga titik gabungan, yakni Sumobito dan Kesamben, Peterongan, serta Plandaan, Ploso, Kabuh, Kudu, dan Ngusikan.
Ilham menegaskan pembekalan manasik menjadi bagian penting dari persiapan.
Jemaah menerima materi terkait kesiapan fisik, mental, serta pemahaman teknis ibadah sejak dari Tanah Air hingga di Tanah Suci.
”Pemahaman yang baik akan memperdalam penghayatan spiritual dan kesungguhan dalam menjalankan setiap ritual. Untuk itu kegiatan manasik haji sangat penting diikuti agar jamaah paham dan mengerti rangkaian ibadah haji mulai dari Tanah Air hingga ke Tanah Suci,” tandasnya.
Tahun ini, pelaksanaan haji mengusung tema Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan.
Pendampingan disiapkan optimal agar seluruh jemaah, termasuk yang memiliki kebutuhan khusus, dapat menjalankan ibadah dengan lancar. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz