Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Lapak Kosong dan Atap Rusak, Kondisi Kios Pasar Pon Jombang Kian Memprihatinkan

Anggi Fridianto • Selasa, 17 Februari 2026 | 13:50 WIB
BUTUH PERBAIKAN: Kondisi kios pedagang daging di Pasar Pon Jombang memprihatinkan.
BUTUH PERBAIKAN: Kondisi kios pedagang daging di Pasar Pon Jombang memprihatinkan.

JombangBanget.id – Kondisi kios daging di Pasar Pon Jombang memprihatinkan.

Sejumlah bedak di sisi belakang pasar tampak rusak dan tidak terawat.

Kondisi atap yang kusam, lantai dan sebagian gorong-gorong yang rusak semakin menambah kesan area pasar yang kumuh.

Pantauan di lokasi Sabtu (14/2), beberapa bedak mengalami kerusakan pada bagian lantai maupun lapak. Sebagian tampak kosong dan tidak lagi ditempati pedagang.

Bagian atap juga kusam yang semrawut. Saat siang hari, ketika mayoritas pedagang sudah pulang, tikus terlihat bersliweran di sekitar lapak.

Suryanti, salah satu pedagang mengaku kondisi tersebut sudah berlangsung lama. Ia menyebut area kios belakang sudah lama tak pernah tersentuh perbaikan.

”Sudah lama tidak ada perbaikan, banyak yang rusak. Harapannya bisa diperbaiki seperti sisi depan,” ujarnya.

Menurutnya, rata-rata pedagang berjualan sejak pagi hingga menjelang siang.

Setelah itu lapak ditinggalkan dalam keadaan kosong. Beberapa kios bahkan sudah lama tidak dipakai karena kondisinya rusak.

Kondisi gorong-gorong juga butuh dikeruk.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Sarana Perdagangan dan Barang Pokok Penting Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagrin) Kabupaten Jombang, Yustinus Harris Eko Prasetijo, mengatakan, tahun ini tidak ada kegiatan rehabilitasi pasar.

Baca Juga: Pedagang Unggas Tetap Jualan di Pasar Pon Jombang, Ternyata Ini Alasannya

”Untuk tahun 2026 ini, karena efisiensi anggaran, tidak ada kegiatan perbaikan atau rehabilitasi pasar. Jadi sementara nol, tidak ada perbaikan,” katanya saat ditemui.

Meski demikian, pihaknya berencana mengusulkan sejumlah pasar masuk dalam perubahan anggaran keuangan (PAK), terutama pasar dengan kendala cukup banyak seperti kerusakan gorong-gorong dan atap lapak.

”Kalau memungkinkan nanti kita usulkan di PAK, terutama pasar yang banyak kendala seperti gorong-gorong dan atap lapak,” lanjutnya.

Beberapa pasar yang menjadi perhatian untuk dilakukan perbaikan di antaranya Pasar Pon, Pasar Peterongan, Pasar Mojoagung, serta Pasar Citra Niaga.

”Salah satunya Pasar Pon ini, yang membututuhkan rehab di sisi belakang,’’ jelas dia.

Selain itu, menurut Harris, masih ada sejumlah lapak kosong, terutama di bagian belakang seperti area bedak daging.

”Ya sebagian ada yang ditempati dan sebagian kosong,’’ papar dia.

Ditanya soal berapa jumlah lapak atau kios pedagang di Pasar Pon yang kosong, Hari secara pasti tak bisa menjelaskan jumlahnya.

”Saya lupa, mungkin sekitar 60-an unit. Dan persentase yang menempati mungkin sekitar 70 persen," katanya.

Ia menambahkan, sesuai ketentuan peraturan bupati, lapak yang tidak ditempati selama tiga bulan berturut-turut dapat diambil alih pemerintah untuk dialihkan kepada pedagang lain.

Pemkab berharap pedagang yang telah memiliki lapak bisa memanfaatkan fasilitas secara optimal agar aktivitas perdagangan di dalam pasar kembali ramai.

”Kita mengimbau pedagang yang mau menempati bedak yang kosong. Kalau tidak ditempati ya kita serahkan ke yang lain,” pungkas Haris. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Disdagrin Jombang #Lapak #kios #Pemkab Jombang #pedagang #atap rusak #Pasar Pon #pasar pon jombang #pedagang pasar #kosong #Jombang #pasar