JombangBanget.id - Ketua PCNU Jombang sekaligus Pengasuh Pesantren Tebuireng Putri, KH Fahmi Amrullah Hadziq, menjelaskan pentingnya menjaga lisan.
’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Siapa yang beriman pada Allah Ta’ala dan hari akhir, maka hendaklah dia berkata baik atau diam,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Jannatul Fuadah Polres Jombang, Kamis (12/2).
Suatu hari Luqmanul Hakim diperintahkan majikannya untuk menyembelih seekor kambing dan mengambil dagingnya yang terbaik untuk jamuan tamu yang diundangnya.
Luqmanul Hakim kemudian membeli seekor kambing kemudian menyembelihnya dan mengambil lidah dan hatinya untuk dimasak.
Ia buang selebihnya kemudian disajikan kepada majikan dan para tamunya.
Melihat hal itu majikannya marah dan menegur.
’’Wahai Luqman, bukankah tadi aku perintahkan kepadamu untuk mengambil daging yang terbaik untuk jamuan para tamuku?’’
Luqman pun menjawab, ’’Wahai majikanku, tidak ada daging yang terbaik dari makhluk, kecuali lidah dan hatinya.’’
Besoknya, majikannya memerintahkan kepadanya untuk menyembelih kambing kembali dan menyuruhnya membuang daging yang paling buruk.
Luqman pun pergi ke pasar untuk membeli kambing dan menyembelihnya, kemudian ia buang lidah dan hatinya dan ia masak selebihnya.
Melihat ulah Luqman tersebut sang majikan pun kesal lalu berkata,’’Apa maksudmu wahai Luqman? Kemarin aku perintahkan untuk menyembelih kambing dan menghidangkan daging yang terbaik dan engkau hanya menyuguhkan hati dan lidah saja. Sekarang, ketika aku menyuruh engkau untuk menyembelih kambing lagi dan memerintahkan kepadamu agar membuang daging yang terburuk lalu yang engkau buang adalah lidah dan hatinya. Apakah kamu bermaksud mempermainkan aku?’’
’’Maafkan hamba tuanku, akan tetapi apa yang hamba lakukan itu memang sudah sepatutnya, karena Islam mengajarkan bahwa tidak ada daging yang terbaik kecuali lidah dan hati apabila digunakan untuk kebaikan. Sebaliknya, tidak ada daging terburuk kecuali lidah dan hati kalau dibuat untuk keburukan,’’ jawab Luqman.
Ini menunjukkan pentingnya menjaga hati dan lidah. Karena keduanya merupakan bagian penting yang akan menentukan baik-buruknya seseorang.
Kualitas diri seseorang bisa diukur dari kemampuannya menjaga lidah.
Orang-orang beriman tentu akan berhati-hati dalam menggunakan lidahnya. Lidah dalam konteks hari ini tidak selalu bermakna ucapan.
Tulisan kita di media sosial juga bagian dari menjaga lidah.
Sekarang banyak orang menulis di media sosial tanpa pikir dan pertimbangan. Cacian dan hujatan seperti ringan.
Allah Ta’ala berfirman di QS Al-Ahzab 70. Wahai orang-orang beriman takutlah kalian pada Allah dan berkatalah dengan kata-kata yang benar.
Rasulullah bersabda; Dua hal yang paling banyak memasukkan ke neraka yakni lisan dan kemaluan.
Puasa membantu untuk melatih menjaga hati dan lidah kita.
Dengan puasa, hati kita dilatih untuk tidak berprasangka buruk, iri hati, dan seluruh penyakit hati lainnya.
Lidah kita juga dilatih untuk tidak bicara yang buruk atau yang tidak menyenangkan bagi orang lain.
Rasulullah bersabda; Ada lima hal yang menghapus pahala puasa.
Mayoritas disebabkan lisan. Yakni membicarakan aib orang, berkata bohong, memfitnah, sumpah palsu dan melihat dengan syahwat. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz