JombangBanget.id – Upaya Pemkab Jombang menghidupkan kembali kawasan Taman Tirta Wisata masih menghadapi tantangan besar.
Kondisi sejumlah fasilitas di kawasan wisata tersebut mengalami kerusakan cukup parah setelah lama terbengkalai.
Untuk memulihkan fungsi kawasan, dibutuhkan anggaran perbaikan dengan estimasi mencapai Rp 2 miliar.
Plt Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jombang Hartono mengatakan, hingga saat ini belum tersedia anggaran perbaikan pada APBD reguler 2026.
”Sekarang belum ada anggaran. Jadi belum bisa dilakukan perbaikan,” ujar Hartono.
Anggaran perbaikan fasilitas Tirta Wisata bakal diajukan saat perubahan APBD (P-APBD) 2026. Usulan anggaran tersebut juga telah mendapat lampu hijau dari Bupati.
”Nanti kalau P-APBD 2026, anggaran kita arahkan ke Bale Apung dan water boom,” jelasnya.
Hartono mengakui, kerusakan paling parah terjadi pada Bale Apung. Kondisi bangunan tersebut dinilai sudah tidak layak digunakan untuk aktivitas wisata umum.
”Yang paling rusak Bale Apung. Rencananya nanti difungsikan untuk edukasi anak-anak jika sudah diperbaiki,” katanya.
Sambil menunggu kepastian anggaran perbaikan, Disporapar saat ini hanya menjalankan program wisata edukasi di kawasan Tirta Wisata.
”Sekarang hanya edukasi. Program edukasi supaya masyarakat kembali mengenal Tirta Wisata,” ucapnya.
Terkait kebutuhan anggaran, Hartono menyebut estimasi perbaikan seluruh fasilitas mencapai sekitar Rp 2 miliar.
Angka tersebut muncul setelah dilakukan inventarisasi awal terhadap tingkat kerusakan fasilitas.
”Kemarin Pak Bupati menyampaikan estimasinya sekitar Rp 2 miliar,” ungkapnya.
Selain mengandalkan APBD, Disporapar juga berupaya menggali dukungan pendanaan dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Namun, kontribusi CSR diperkirakan tidak bisa menutup seluruh kebutuhan perbaikan. ”Kalau dari CSR paling sekitar Rp 400 juta,” jelas Hartono.
Untuk memperluas dukungan, Disporapar berencana mengumpulkan para pemilik perusahaan dalam forum CSR pada pertengahan Februari mendatang.
Forum tersebut akan dimanfaatkan untuk membahas peluang dukungan perbaikan fasilitas Tirta Wisata.
”Rencana Februari nanti akan kami kumpulkan pemilik perusahaan lewat forum CSR,” tandasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz