Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Pohon Pisang dan Ketela Tumbuh di Jalan Mojowarno Jombang, Buntut Dibiarkan Rusak Bertahun-tahun

Achmad RW • Sabtu, 31 Januari 2026 | 11:48 WIB
Warga menanami pisang dan singkong di jalan rusak Desa/Kecamatan Mojowarno, Jombang sebagai bentuk protes.
Warga menanami pisang dan singkong di jalan rusak Desa/Kecamatan Mojowarno, Jombang sebagai bentuk protes.

JombangBanget.id – Kekesalan warga Desa/Kecamatan Mojowarno, Jombang memuncak setelah jalan lingkungan desa rusak parah tak kunjung diperbaiki selama bertahun-tahun.

Sebagai bentuk protes, warga menanami jalan tersebut dengan pohon pisang dan singkong.

Aksi protes itu terjadi di wilayah Mojowarno 2, Desa Mojowarno.

Jalan yang ditanami merupakan akses warga menuju makam. Panjang kerusakan mencapai sekitar 600 meter dengan lebar kurang lebih 3,5 meter.

Ketua RT 3 RW 2 Mojowarno 2, Eko Supriyanto, 41, membenarkan bahwa aksi tanam pisang di jalan rusak tersebut dilakukan oleh warganya.

Ia menyebut, langkah itu diambil karena warga sudah terlalu lama menahan kekecewaan.

”Harapannya warga ini segera ada pembenahan. Itu kan jalan ke makam, warga sudah lama mengeluh. Baru kali ini saja ada tanggapan,” kata Eko, Jumat (30/1).

Menurut Eko,warga sudah lama mengeluhkan kerusakan jalan.

Meski pemerintah desa sempat menyampaikan rencana perbaikan, warga menilai prosesnya terlalu lama sementara kondisi jalan semakin rusak.

”Sudah lama warga mengeluh. Katanya masih disosialisasikan dan mau perencanaan, tapi warga sudah tidak sabar,” ujarnya.

Eko menjelaskan, penanaman pohon pisang dan singkong dilakukan secara spontan oleh warga pada Kamis (29/1) sore sekitar pukul 16.30.

Baca Juga: Truk Besar Melenggang Bebas di Jalan Kabupaten Jombang, Aktivis: Pajak Rakyat Habis untuk Nambal Jalan Rusak

“Itu inisiatif warga, ditanam sekitar jam setengah lima sore. Bentuk protes karena sudah tidak sabar,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Desa Mojowarno, Tatag Yudianto, mengakui jalan yang ditanami pisang tersebut merupakan jalan lingkungan desa.

Ia menjelaskan, kerusakan terjadi karena kapasitas jalan desa tidak sekuat jalan kabupaten, sementara kerap dilintasi kendaraan berat.

”Kelas jalan desa tidak sekuat jalan kabupaten, sementara yang lewat kadang truk-truk besar pengangkut hasil panen,” jelas Tatag.

Meski demikian, Tatag menyayangkan aksi warga yang menanam pohon di badan jalan.

”Seharusnya bisa disampaikan baik-baik. Dalam musdes dan musrenbang sudah kita rencanakan,” ujarnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Imam Bustomi, menegaskan bahwa ruas jalan yang viral tersebut merupakan jalan lingkungan desa, bukan jalan kabupaten.

”Kami sudah cek ke lapangan. Ruas jalan sepanjang kurang lebih 600 meter dengan lebar 3,5 meter ini adalah jalan lingkungan desa. Kewenangan perbaikan ada di pemerintah desa, bukan di Dinas PUPR,” tegasnya. (riz/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#singkong #Pemkab Jombang #Mojowarno #Pemdes #jalan lingkungan #Dinas PUPR Jombang #Desa #jalan desa #pisang #Jombang #jalan rusak #pohon pisang