Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal: Syukur atas Iman, Bekal Utama Sambut Ramadan

Rojiful Mamduh • Sabtu, 31 Januari 2026 | 08:01 WIB

 

Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Katib Syuriyah MWCNU Jogoroto, sekaligus Wakil Ketua MUI Jogoroto, Jombang KH M Sholahuddin Kariim, menjelaskan pentingnya ngaji.

’’Dengan ngaji kita akan mendapatkan ilmu. Dan ilmu menjadi faktor penentu diterimanya amal ibadah,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (28/1).

Ramadan bulan yang mulia. Bulan penuh ampunan, rahmat, dan pembebasan dari api neraka.

Namun Ramadan tidak datang secara tiba-tiba tanpa sebab. Keadaan kita di bulan Ramadan sejatinya hasil dari proses sebelumnya.

Terutama bagaimana kita menyiapkan diri dengan ngaji, ibadah di bulan Rajab dan Syakban, serta rasa syukur atas iman.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.

Ngaji satu jam lebih utama dibanding salat sunah seribu rakaat, takziah seribu jenazah dan menjenguk seribu orang sakit.

Imam Al-Ghazali rahimahullah berkata: Ilmu adalah imam (pemimpin), sedangkan amal adalah pengikutnya. Amal tanpa ilmu akan tersesat.

Sayyidina Umar bin Khattab radiyallahu anhu mengingatkan: Beramallah kalian dengan ilmu, sebelum ilmu itu diangkat.

’’Sejak sekarang, kita sudah harus bersiap menyambut Ramadan,’’ terangnya.

Keadaan kita di bulan Ramadan sejatinya hasil cetakan dari Rajab dan Syakban.

Baca Juga: Binrohtal: Keutamaan Bulan Syakban, Ini Makna Huruf Syin hingga Nun

Apa yang kita tanam di dua bulan ini, itulah yang akan kita panen di Ramadan.

’’Rajab bulan menanam, Syakban bulan menyiram, dan Ramadan bulan memanen,’’ ucapnya.

Rasulullah sangat memuliakan bulan Syakban.

Sayyidah Aisyah radiyallahu anha berkata: Aku tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa dalam satu bulan lebih banyak selain di bulan Syakban.

Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah menjelaskan: Barang siapa yang membiasakan diri dengan ketaatan sebelum Ramadan, maka ia akan ringan dan nikmat saat menjalankannya di bulan Ramadan.

Jika Rajab dan Syakban kita penuh semangat ibadah, Ramadan akan hidup. Jika Rajab dan Syakban kita lalai, Ramadan terasa berat.

’’Kita harus bersyukur atas iman,’’ ajaknya.

Nikmat terbesar bukan harta, jabatan, atau kesehatan, melainkan iman. Ini anugerah yang harus dijaga dengan syukur dan amal.

Allah Ta’ala berfirman di QS Al-Hujurat 7. Tetapi Allah menjadikan kalian cinta kepada iman dan menghiasinya dalam hati kalian.

Orang beriman meyakini dengan penuh keyakinan, balasan Allah di akhirat adalah kebaikan dan kebahagiaan abadi.

Allah Ta’ala berfirman di QS Al-Kahfi 107. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka surga Firdaus sebagai tempat tinggal.

Para wali Allah selalu berdoa: Ya Allah, wafatkan kami dalam keadaan beriman, dan kumpulkan kami bersama orang-orang saleh.

Dikisahkan, ada seorang ulama salaf ditanya: ’’Mengapa engkau begitu khusyuk di bulan Ramadan?’’

Beliau menjawab: ’’Karena aku telah melatih jiwaku jauh sebelum Ramadan datang.’’

Ia menjaga lisannya sejak Rajab, memperbanyak ibadah di Syakban, dan menuntut ilmu sepanjang waktu.

Maka Ramadan baginya bukan beban, tapi perjamuan cinta dari Allah Ta’ala. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Polres Jombang #bekal #masjid #sambut ramadan #Iman #syukur #Binrohtal #Jombang #ramadan