Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Pemkab Jombang Turun Lapangan Verifikasi Sawah Puso Dampak Banjir

Anggi Fridianto • Sabtu, 24 Januari 2026 | 08:19 WIB
SURUT: Kondisi sawah di Dusun Mernung Lor Desa Sumbernongko Kecamatan Ngusikan, Jombang mulai surut usai tergenang banjir beberapa hari lalu.
SURUT: Kondisi sawah di Dusun Mernung Lor Desa Sumbernongko Kecamatan Ngusikan, Jombang mulai surut usai tergenang banjir beberapa hari lalu.

JombangBanget.id – Pemkab Jombang masih melakukan verifikasi ke lapangan imbas 307,11 hektare sawah yang terendam banjir beberapa waktu lalu.

Data sementara, total ada 65 hektare sawah dinyatakan puso alias gagal panen akibat banjir.

”Data yang puso tetap sama, yakni 65 hektare itu,’’ ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, M Rony, Jumat (23/1).

Dijelaskan, verifikasi lapangan dilakukan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) tim penyuluh pertanian lapangan (PPL).

Setelah itu, baru akan dilakukan penyaluran bantuan benih padi bagi petani yang terdampak banjir pada awal musim tanam mendatang.

”Tanaman padi yang dinyatakan gagal panen ada stimulan dari pemda pengganti benih padi 25 kilogram per hektar. Untuk tahun 2026 proses pengadaan benih Insya Allah bulan Maret April. Ada petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), yang verifikasi ke lapangan yang menyatakan gagal panen," tambahnya.

Ia menegaskan, proses pengadaan benih untuk tahun 2026 ditargetkan berlangsung pada Maret hingga April.

Benih tersebut nantinya dapat dimanfaatkan petani pada musim tanam kedua, sekitar April atau Mei, setelah kondisi lahan dinyatakan siap.

Tim dari Dinas Pertanian, termasuk petugas POPT terus turun ke lapangan untuk memastikan kondisi tanaman dan kelayakan penerima bantuan.

Selain bantuan benih, lanjut dia, Dinas Pertanian juga menyampaikan adanya program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) bagi petani yang telah terdaftar.

Adapun premi sebesar Rp 180 ribu per hektare per musim tanam telah dicover sepenuhnya oleh pemerintah, dengan nilai klaim mencapai Rp 6 juta per hektare jika terjadi gagal panen.

Baca Juga: Langganan Banjir, Petani Jombang Teriak Minta Solusi Nyata

”Selain bantuan benih padi, juga ada asuransi usaha tani padi (AUTP) bagi petani yang ikut. Preminya Rp 180 ribu per hektare atau per musim dan itu dicover pemerintah. Klaimnya dapat Rp 6 juta per hektare,” pungkasnya. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Pemkab Jombang #Pertanian #kali marmoyo #puso #sawah #Jombang #petani jombang #disperta jombang #dampak banjir #Petani #asuransi