Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal: Ingin Hidup Berkah? Ini Tiga Tanda Orang Beruntung

Rojiful Mamduh • Jumat, 23 Januari 2026 | 09:11 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Sekretaris Lembaga Dakwah NU Kecamatan Jombang, Ustad Sandi Ferdy Yulianto, menjelaskan tanda beruntung.

’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Wahai Ali, orang yang beruntung memiliki tiga tanda. Rezekinya halal, bergaul bersama para ulama, dan melaksanakan salat lima waktu berjamaah,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (21/1).

Indikator keberuntungan seorang muslim bukan pada ukuran materi, status sosial, atau popularitas.

Melainkan pada kualitas relasi manusia dengan Allah Ta’ala, ilmu, dan kehidupan sosial.

Tiga tanda tersebut membentuk satu kesatuan etika spiritual dan sosial dalam Islam.

Pertama, makanan yang halal.

Makanan halal tidak hanya bermakna zatnya halal, tetapi juga cara memperolehnya halal.

Dalam Islam, konsumsi halal menjadi fondasi utama kesucian jiwa dan keberkahan amal. Makanan yang diperoleh dari jalan haram akan mengeraskan hati.

Menghalangi terkabulnya doa. Serta merusak integritas moral seseorang.

Secara spiritual, halal adalah pintu awal kesalehan. Ibadah yang dilakukan oleh tubuh yang tumbuh dari yang halal akan lebih mudah diterima Allah Ta’ala.

Secara sosial, prinsip halal menuntut kejujuran, keadilan ekonomi, dan tanggung jawab dalam mencari nafkah.

Baca Juga: Binrohtal: Pelajaran dari Salat, Bekal Hidup Mukmin Sehari-hari

Sebagaimana disebutkan di QS Almukminun 51.

Hai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Ayat di atas menyiratkan bahwa makanan halal merupakan pendorong amal saleh.

Kedua, bermajelis dengan ulama.

Agama harus dijalani dengan ilmu. Ulama bukan sekadar figur keagamaan, melainkan penjaga nilai, penuntun akhlak, dan penyeimbang nalar keislaman.

Majelis ilmu membentuk cara berpikir yang bijak. Menghindarkan umat dari sikap ekstrem.

Serta menumbuhkan etos keberagamaan yang moderat.

Kedekatan dengan ulama melahirkan sikap rendah hati, keterbukaan dialog, dan tanggung jawab moral dalam kehidupan bermasyarakat.

Dekat dengan ulama membuat mudah ingat Allah Ta’ala. Nabi bersabda; Kekasih Allah adalah orang yang ketika dipandang membuat ingat Allah.

Ketiga, salat lima waktu berjamaah.

Nabi bersabda; Orang yang istiqamah salat berjamaah akan diberi lima hal.

Bebas dari kesempitan rezeki. Bebas dari siksa kubur. Menerima catatan amal tangan kanan. Melewati sirot secepat kilat. Serta masuk surga tanpa hisab.

Ketiga, tanda ini membentuk segitiga kesalehan Islam.

Halal, kesucian individu dan ekonomi. Ilmu, kejernihan akal dan moral. Jamaah, kekuatan sosial dan spiritual.

’’Hadis ini mengajarkan bahwa orang yang benar-benar beruntung adalah mereka yang saleh secara personal, cerdas secara intelektual, dan aktif secara sosial,’’ tegasnya.

Inilah model muslim ideal yang tidak hanya taat secara ritual, tetapi juga berkontribusi nyata bagi kehidupan bersama. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Polres Jombang #tiga tanda haji mabrur #hidup berkah #orang beruntung #beruntung #masjid #Binrohtal #Jombang #berkah #tanda