JombangBanget.id – Jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Jombang terus merangkak naik.
Data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jombang mencatat, pada 2024 sebanyak 655 orang berangkat ke luar negeri.
Angka itu meningkat menjadi 683 orang pada 2025.
Kepala Disnaker Jombang Isawan Nanang Risdiyanto menyebut, seluruh PMI berangkat melalui perusahaan penempatan resmi.
”Total ada 110 perusahaan di Jombang yang memberangkatkan PMI,” ujarnya.
Para PMI bekerja di berbagai sektor, mulai pembantu rumah tangga, pekerja pabrik, tukang, hingga konstruksi.
”Pekerjaan beragam, dari sektor domestik sampai konstruksi,” tambahnya.
Isawan menegaskan, data yang tercatat di Disnaker merupakan PMI legal. Sementara PMI nonprosedural tetap bisa terdata jika mengalami masalah di luar negeri.
”Yang terdata di kami legal. Yang ilegal kalau ada masalah, tercatat sebagai PMIB,” tuturnya.
Untuk menekan keberangkatan nonprosedural, Disnaker melakukan verifikasi Calon PMI melalui layanan daring Sistem Komputerisasi Pelayanan Penempatan PMI (Sisko P2MI).
”Kami lakukan verifikasi seleksi CPMI melalui layanan online di Sisko P2MI,” ucapnya.
Baca Juga: Produktivitas Turun Saat Pekerja Sakit, RSUD Jombang Ajak Perusahaan Lebih Peduli Kesehatan
Selain itu, verifikasi perjanjian penempatan PMI juga dilakukan lewat sistem yang sama.
Langkah ini memastikan seluruh dokumen lengkap sebelum keberangkatan. Disnaker juga menggencarkan sosialisasi prosedur resmi ke perangkat desa, sekolah, hingga media resmi.
”Sosialisasi ke sekolah penting, supaya calon tenaga kerja paham jalur resmi,” tegasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz