JombangBanget.id - Petani terdampak banjir di Kabupaten Jombang harus bersabar.
Pasalnya, bantuan benih padi dari pemerintah daerah belum bisa disalurkan dalam waktu dekat.
Realisasi bantuan dijadwalkan berlangsung pada Maret mendatang, setelah proses pendataan dan pengadaan rampung.
Kepala Dinas Pertanian Jombang M Rony menyampaikan, dari laporan yang diterima sebagian besar genangan banjir di area persawahan kini mulai surut.
Meski begitu, proses verifikasi dampak kerusakan tanaman masih terus dilakukan tim lapangan.
”Total sawah tergenang tercatat 307,11 hektare. Tidak semua berujung gagal panen. Padi yang mengalami puso tercatat seluas 65 hektare, berada di Kecamatan Ngusikan,” kata Rony.
Ia menjelaskan, pendataan dilakukan sejak awal kejadian banjir hingga 15 Januari lalu.
Hasil asesmen lapangan menjadi dasar penentuan calon penerima bantuan benih padi.
”Tim masih bergerak di lapangan. Laporan terakhir air mulai surut di beberapa titik,” ujarnya.
Terkait penyaluran bantuan, Rony menyebut pengadaan benih padi dijadwalkan berlangsung Maret.
Benih tersebut disiapkan untuk mendukung musim tanam berikutnya.
”Setelah proses pengadaan selesai, benih bisa dipakai pada musim tanam kedua, sekitar April atau Mei,” ucapnya.
Dinas Pertanian menyiapkan bantuan benih padi sebanyak 25 kilogram per hektare bagi lahan yang mengalami puso.
Bantuan itu diharapkan mampu membantu petani kembali menanam setelah lahan siap diolah.
“Bantuan benih disiapkan untuk sawah yang gagal panen,” tuturnya.
Terpisah, Wakil Ketua Komisi B DPRD Jombang, Ama Siswanto, meminta pemkab melalui Dinas Pertanian (Disperta) melakukan pendataan menyeluruh kerugian petani yang terdampak, termasuk potensi gagal panen.
”Ini persoalan serius. Dinas Pertanian harus segera turun ke lapangan untuk mendata para petani yang terdampak banjir,” ujar dia.
Politisi Fraksi PDIP ini meminta, pemkab melakukan kajian mendalam terkait penyebab banjir yang hampir setiap tahun merendam sawah di beberapa kecamatan.
”Dinas juga harus menginventarisir apa penyebab utama banjir ini. Jangan sampai petani terus mengalami gagal panen setiap tahun,” tambahnya.
Ama menegaskan, Pemkab diminta tidak hanya fokus pada penanganan jangka pendek dalam menangangi banjir.
Akan tetapi juga menyiapkan solusi konkret penanganan permanen agar bencana serupa tidak terus berulang.
”Penanganan jangka panjang harus menjadi prioritas, agar petani bisa berproduksi dengan aman dan berkelanjutan,” pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz