JombangBanget.id – Tanggul sudetan Kali Marmoyo di Dusun Lengkong, Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, Jombang jebol akibat tingginya debit air sungai.
Ini menyebabkan air sungai meluber hingga menggenangi area persawahan warga.
’’Tanggul sudetannya jebol seminggu lalu. Waktu jebol airnya luber ke sawah semua,’’ kata Syamsul, salah seorang warga setempat.
Jebolnya tanggul sudetan cukup parah. Menyebabkan air sungai langsung melimpas ke sawah warga setelah tanggul tidak mampu menahan derasnya aliran air.
Pascajebolnya tanggul, warga bersama kelompok tani (poktan) langsung melakukan kerja bakti untuk penanganan darurat.
Perbaikan sementara dilakukan dengan memasang sak-sak berisi tanah guna menahan aliran air sungai.
’’Sementara sudah diperbaiki pakai sak tanah. Warga kerja bakti bersama poktan," imbuhnya.
Sementara itu, perangkat Desa Jatigedong, Ahmad Kariyoto, membenarkan jebolnya tanggul sudetan Kali Marmoyo.
’’Kerusakan tanggul sebenarnya sudah mulai terpantau sejak Desember 2025,’’ ucapnya.
Saat itu, sudah mulai ada yang rusak dan sempat ditangani.
’’Puncaknya Januari ini, saat debit air sungai naik, kondisinya tambah parah,’’ kata Kariyoto.
Baca Juga: Tanggul Sungai Mrican Jebol, Warga Karangdagangan Jombang Siaga
Bagian tanggul yang jebol memiliki panjang sekitar lima meter.
Lokasi tersebut merupakan sudetan Kali Marmoyo yang juga terhubung dengan saluran tersier.
Karena debit air yang tinggi, kekuatan tanggul tidak mampu menahan tekanan air.
’’Yang jebol itu panjangnya sekitar lima meteran. Sudah disurvei BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dan Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Jombang. Penanganan darurat dilakukan sekitar seminggu lalu,’’ ungkapnya.
Hingga saat ini penanganan masih bersifat sementara dan baru mencapai sekitar 50 persen.
Perbaikan menyeluruh belum dapat dilakukan sepenuhnya.
’’Baru separo yang tertangani, belum seluruhnya,’’ ujarnya.
Akibat jebolnya tanggul tersebut, air sungai mengalir hingga ke area persawahan warga, terutama di Dusun Gedang, Desa Jatigedong.
Meski saat ini kondisi air surut, petani masih diliputi kekhawatiran jika debit air kembali meningkat.
’’Sekarang sudah surut, dan yang jebol sudah ditutup sementara pakai karung berisi tanah,’’ ucapnya.
Ke depan, pemerintah desa bersama instansi terkait berencana melakukan penataan ulang pada sudetan Kali Marmoyo, termasuk penambahan dan penguatan tanggul agar kejadian serupa tidak terulang.
”Nantinya sudetan perlu ditata lagi, harus ditambah dan diperkuat,’’ ungkapnya. (fid/jif)
Editor : Ainul Hafidz