Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Bambu dan Sampah Menumpuk, Dua Alat Berat Bersihkan Sumbatan Kali Marmoyo Jombang

Ainul Hafidz • Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:49 WIB

 

DIBERSIHKAN: Alat berat amfibi membersihkan sumbatan Kali Marmoyo di Kecamatan Kudu, Jombang, (15/1).
DIBERSIHKAN: Alat berat amfibi membersihkan sumbatan Kali Marmoyo di Kecamatan Kudu, Jombang, (15/1).

JombangBanget.id - Dua alat berat diterjunkan untuk mengangkat material bambu dan sampah Kali Marmoyo yang tersangkut di jembatan, (14/1).

Itu dilakukan karena banyak sumbatan terjadi di aliran sungai yang selama ini memicu banjir berkepanjangan di sejumlah wilayah.

”Di lokasi ada dua alat berat, amfibi dari PJT dan long arm dari kami. Yang masuk ke sungai itu alat berat amfibi, karena jangkauannya lebih luas. Long arm jangkauannya terbatas,” kata Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Sultoni.

Penanganan dilakukan secara kolaboratif dengan Perum Jasa Tirta (PJT).

Dua alat berat yang dikerahkan, satu unit alat berat amfibi milik PJT dan satu unit long arm milik Pemkab Jombang.

Penanganan mulai dilakukan sejak Rabu (14/1). Fokus utama diarahkan di wilayah Kecamatan Kudu.

Tepatnya mulai Desa Bakalanrayung hingga Desa Kudubanjar. Di sepanjang jalur tersebut ditemukan banyak sumbatan yang menghambat aliran air Kali Marmoyo.

’’Banyak sumbatan, salah satunya di bawah jembatan Desa Tapen. Itu membuat aliran air mampet. Setelah ditangani, alirannya langsung plong,’’ terangnya.

Saat ini, tim bergerak secara bertahap ke arah hilir dengan fokus membersihkan vegetasi yang tumbuh di tengah sungai. Seperti pohon waru, dan tanaman sejenis.

Selain itu, banyak material bambu dan sampah atau sangkrah yang tersangkut di vegetasi tersebut.

Sehingga memperparah penyumbatan dan menyebabkan air Kali Marmoyo melimpas ke lahan sekitar.

Berdasarkan hasil survei PJT, terdapat sedikitnya lima titik sumbatan di Kali Marmoyo.

’’Itu sebabnya kami meminta bantuan PJT untuk menurunkan alat berat. Harapannya, dengan alat ini, sumbatan-sumbatan tersebut bisa teratasi,’’ katanya.

Untuk tahap awal, penanganan difokuskan pada pembersihan sumbatan dan vegetasi agar aliran Kali Marmoyo kembali lancar.

’’Minimal alirannya lancar. Sehingga meskipun masih ada potensi banjir, dampaknya bisa direduksi dan genangannya tidak terlalu lama,’’ tegasnya.

Sumbatan di sungai menjadi salah satu penyebab banjir berlangsung cukup lama. Selain itu, dampak limpasan air juga menjalar hingga ke Kecamatan Ngusikan.

’’Air dari Desa Gedongombo dan Daditungal, Kecamatan Ploso serta Desa Sidokaton, Kecamatan Kudu itu mengalir menyeberang jalan dan masuk ke saluran buang atau afvoer. Aliran ini sampai ke Desa Kedungbogo dan Desa Ketapangkuning, Kecamatan Ngusikan, dengan panjang sekitar delapan kilometer. Ini mengakibatkan wilayah sana juga banjir,’’ jelasnya.

Akibat sumbatan tersebut, muka air di hulu Dam Mernung, Desa Sumbernongko, Kecamatan Ngusikan masih cukup tinggi meski belum mencapai puncak tanggul.

’’Makanya ini kami coba atasi. Walaupun masih banjir, paling tidak aliran air bisa cepat terbuang,’’ ungkapnya. (fid/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#kali marmoyo #pjt #Dinas PUPR Jombang #bambu #Utara Brantas Direndam Banjir #alat berat #banjir #sumbatan #Jombang #sampah #utara brantas #sangkrah