JombangBanget.id – Ratusan hektare sawah di wilayah utara Brantas, Kecamatan Ploso, Jombang masih terendam banjir.
Genangan yang belum surut membuat tanaman padi milik petani terancam membusuk.
Petani pun dibayangi kerugian besar dan terancam harus tanam ulang.
Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Ploso, Jombang Syaifudin, menegaskan risiko kerugian besar jika air tidak segera surut.
”Jika terendam sekitar lima hari, tanaman biasanya akan membusuk dan tidak bisa diselamatkan sehingga petani harus melakukan tanam ulang,” terangnya.
Pendataan luasan lahan terdampak masih berlangsung. Hingga kini, total sawah yang terendam belum bisa dipastikan.
”Saat ini kami masih memantau di lapangan, sehingga datanya belum bisa kami tetapkan,” ujarnya.
Pantauan sementara menunjukkan Desa Gedongombo dan sebagian Desa Jatigedong menjadi wilayah paling parah.
Kondisi diperburuk pertemuan aliran Kali Marmoyo dan Kali Kabuh, ditambah karakter topografi Gedongombo yang merupakan daerah resapan air.
”Ditambah karakter topografi lahan di Desa Gedongombo yang merupakan daerah resapan air,” imbuhnya.
Mayoritas sawah yang terendam sudah ditanami padi berusia 15–30 hari.
Baca Juga: Banjir Masih Jadi Ancaman, Segini Catatan BPBD Jombang Sepanjang 2025
Jika genangan bertahan lebih lama, meski ada tanaman yang masih hidup, hasil panen tetap tidak maksimal.
”Kalau genangan berlangsung lebih lama, meskipun ada tanaman yang bertahan di beberapa titik, hasil panen tetap tidak maksimal,” jelasnya.
Berbeda dengan lahan yang belum ditanami, petani masih bisa menyesuaikan jadwal tanam.
Namun karena sebagian besar sawah sudah ditanami, potensi kerugian dipastikan tinggi.
Banjir di Gedongombo terjadi sejak Kamis (8/1) malam akibat hujan deras.
Hingga Minggu (11/1), air belum surut. Proses pendataan PPL akan terus dilakukan sebagai dasar langkah penanganan berikutnya. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz