Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Tanggul Sungai Mrican Jebol Ditangani Darurat, Pemkab Jombang Dorong BBWS Brantas Perbaiki Permanen

Anggi Fridianto • Selasa, 13 Januari 2026 | 14:01 WIB
DARURAT: Pemkab Jombang memasang jumbo bag pada tanggul yang jebol di Dusun Karangasem, Desa Karangdagangan, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang Minggu (11/1).
DARURAT: Pemkab Jombang memasang jumbo bag pada tanggul yang jebol di Dusun Karangasem, Desa Karangdagangan, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang Minggu (11/1).

JombangBanget.id – Penanganan darurat tanggul jebol Sungai Mrican di Dusun Karangasem, Desa Karangdagangan, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang sempat tersendat.

Debit air sungai yang masih tinggi membuat perbaikan tidak bisa langsung dilakukan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang Bayu Pancoroadi menjelaskan, jebolnya tanggul dilaporkan Sabtu (10/1) sore.

Namun, hujan deras membuat debit Sungai Mrican naik sehingga penanganan baru bisa dilakukan sehari kemudian.

”Begitu kejadian langsung kami laporkan ke BBWS Brantas. Tapi penanganan baru bisa dilakukan Minggu setelah debit air di induk diturunkan,” ujarnya, Senin (12/1).

Setelah kondisi memungkinkan, Dinas PUPR menutup titik jebol menggunakan jumbo bag dan bambu. Penanganan darurat itu dinyatakan tuntas Minggu (11/1).

”Langkah cepat ini dilakukan untuk menghentikan aliran air dari tanggul yang ambrol,” tandasnya.

Bayu menegaskan, perbaikan tersebut hanya bersifat sementara. Untuk penanganan permanen, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BBWS Brantas.

Surat resmi pengajuan perbaikan kini masih dalam proses administrasi.

”Ini kewenangan BBWS. Kami dorong agar segera ada penanganan permanen supaya kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Meski titik jebol hanya terjadi di Karangasem, kondisi tanggul di sepanjang jalur induk Mrican sisi kanan dinilai rawan.

Baca Juga: Rumah Warga Terancam, Pemkab Jombang Agendakan Bertemu BBWS Brantas soal Penanganan Tanggul Dam Slumbung Longsor

”Banyak tanggul berlubang akibat galian petani untuk irigasi. Situasi ini membuat tekanan air mudah merusak tanggul saat debit meningkat,” tegasnya.

Sebelumnya, tanggul Sungai Mrican ambrol sepanjang 5 meter dengan lebar 8 meter dan kedalaman sekitar 2 meter.

Dugaan sementara, jebol dipicu lubang bekas galian hewan yang tergerus aliran air.

Kepala Desa Karangdagangan Tambit menyebut, air yang keluar dari tanggul langsung mengarah ke saluran pembuangan sehingga tidak sampai masuk ke permukiman warga.

”Alhamdulillah aman. Tidak sampai ke rumah warga,” katanya.

Namun, BPBD Jombang mengingatkan ancaman tetap ada. Kepala Pelaksana BPBD Jombang Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas menegaskan, jika kerusakan melebar dan gorong-gorong tak mampu menampung debit, aliran air bisa mengarah ke permukiman.

”Sekitar 15 rumah di Dusun Karangasem berpotensi terdampak jika kondisi memburuk,” ujarnya. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#tanggul jebol #Pemkab Jombang #Dinas PUPR Jombang #Mrican #tanggul sungai jebol #Bandarkedungmulyo #BBWS Brantas #Jombang #Karangdagangan