JombangBanget.id - Pengasuh Pesantren Tahfidzul Quran Al-Hafidz, Trawasan, Sumobito, Jombang Ustad M Hafidz Alhafiz, menjelaskan keutamaan bulan Rajab.
’’Puasa satu hari di bulan Rajab lebih utama dibanding ibadah umat terdahulu selama 600 tahun,’’ tuturnya, saat khotbah di Masjid Annur Satlantas, Polres Jombang, Jumat (9/1).
Gus Hafidz cerita, suatu ketika Nabi Isa alaihissalam berjalan di pegunungan.
Nabi Isa melihat cahaya terang dan meminta izin kepada Allah Ta’ala agar gunung itu berbicara. Lalu Allah Ta’ala mengizinkan.
Gunung itu memberitahu Nabi Isa tentang seorang laki-laki tua di dalamnya.
Nabi Isa memohon agar laki-laki itu dikeluarkan, lalu muncul seorang kakek rupawan yang telah beribadah di dalam perut gunung selama 600 tahun.
Kakek itu mengaku sebagai umat Nabi Musa alaihissalam.
Dia memohon kepada Allah agar diberi umur panjang untuk bertemu Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam dan menjadi umatnya.
Nabi Isa sangat kagum dengan kakek itu.
Nabi Isa yang merasa takjub bertanya kepada Allah Ta’ala: Wahai Tuhanku apakah ada di muka bumi ini orang lebih mulia di sisiMu di banding lelaki tua ini?
Allah Ta’ala menjawab: Wahai Isa, barang siapa dari umat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam berpuasa walaupun hanya sehari dari bulan Rajab, maka ia lebih mulia daripada lelaki ini.
Baca Juga: Binrohtal: Memuliakan Tamu Tak Pandang Agama, Begini Teladan Nabi Ibrahim dan Rasulullah
’’Maka usahakan puasa di bulan Rajab,’’ saran Gus Hafidz.
Nabi mengajari doa; Allahumma bariklana fi Rajaba wa Syakbana wa balligna Ramadan.
Ya Allah berkahi kami di bulan Rajab dan Syakban serta sampaikan kami di bulan Ramadan.
Berkah yakni bertambahnya kebaikan. Dengan mengajari doa ini, Nabi berharap kebaikan kita bertambah di bulan Rajab.
Terus bertambah di bulan Syakban. Dan semakin banyak di bulan Ramadan.
Istri Nabi, Aisyah radiyallahu anha menceritakan, Nabi banyak puasa di bulan Rajab. Nabi setiap hari dermawan. Namun lebih dermawan lagi di bulan Rajab.
Suatu ketika Nabi melewati kuburan bersama sahabat. Nabi berhenti dan menangis.
Para sahabat menanyakan sebabnya. Nabi menjawab; Orang di kubur itu sedang disiksa.
Seandainya dia mau puasa satu hari saja di bulan Rajab niscaya tidak akan disiksa di kuburnya.
Puasa satu hari di bulan Rajab pahalanya seperti puasa satu tahun. Orang yang puasa di bulan Rajab kelak akan diberi minum dari bengawan Rajab.
Airnya lebih putih dibanding susu. Lebih manis dibanding madu. Serta lebih sejuk dibanding es.
Orang yang puasa Kamis, Jumat dan Sabtu di bulan Rajab pahalanya seperti ibadah 900 tahun.
Orang yang puasa tanggal 27 Rajab pahalanya seperti berpuasa lima tahun. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz