JombangBanget.id – Awal musim panen di Kecamatan Perak, Jombang membawa kabar baik bagi petani.
Harga gabah kering panen (GKP) terpantau stabil di kisaran Rp 7.000 hingga Rp 7.200 per kilogram.
Meski demikian, harga tersebut belum termasuk biaya operasional panen, terutama sewa mesin combine harvester.
Kusaini, petani Desa Pagerwojo, menyebut harga saat ini masih tergolong normal antara Rp 7.000 - Rp 7.200 per kilogram.
Namun, ia menegaskan harga itu belum bersih karena masih dipotong biaya panen.
”Gabah dari sawah sekarang Rp 7.000 sampai Rp 7.200 per kilogram, tergantung kualitas,” ujarnya.
Kusaini berharap harga tetap terjaga, mengingat jatah pupuk subsidi kembali dipangkas.
”Tentunya kalau jatah pupuk subsidi berkurang pasti ongkos tanam juga akan meningkat,” tegasnya.
Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Perak, Fathulloh, menambahkan panen di wilayah Perak masih tahap awal.
Sejumlah desa sudah mulai panen. ”Puncak panen diperkirakan akhir Januari,” katanya.
Menurutnya, harga gabah di Pagerwojo berada di kisaran Rp 7.000–Rp 7.100 per kilogram, tergantung kualitas.
”Kalau kualitas bagus dan panen serentak, harga bisa lebih baik,” ujarnya.
Total luas tanam padi di Kecamatan Perak mencapai sekitar 1.428 hektare. Pagerwojo menjadi desa yang konsisten menanam padi tiga kali setahun.
Sementara di desa lain seperti Temuwulan, Glagahan, dan Sembung, sebagian lahan dialihkan ke jagung.
Untuk mendukung produktivitas, program optimalisasi lahan (oplah) dijalankan di lima desa.
Di antaranya Desa Sembung, Sumberagung, Sukorejo, Jantiganggong, dan Cangkringrandu.
Pemerintah juga menyalurkan bantuan pompa sibel guna menunjang pengairan.
”Di Cangkringrandu yang baru panen sekitar 20 persen. Jadi puncak panen memang diperkirakan Januari,” pungkas Fathulloh. (yan/naz)
Editor : Ainul Hafidz