Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal: Ini Lima Amalan Pembuka Ampunan dan Pahala yang Terus Mengalir

Rojiful Mamduh • Minggu, 28 Desember 2025 | 14:49 WIB

 

Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Pengasuh PP Al-Fathimiyah Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, KH Abdulloh Rif'an Nasir LC, menjelaskan kiat agar mendapatkan ampunan dan pahala yang terus mengalir.

’’Ada lima hal yang harus kita lakukan agar mendapatkan ampunan dan pahala yang terus mengalir,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (24/12).

Sebagaimana disebutkan di Quran Surat Yasin 11-12.

Pertama, mengikuti peringatan dari Allah Ta’ala yakni Alquran dan sunah.

Allah menegaskan, peringatan hanya bermanfaat bagi orang yang mengikuti azzikr yakni Alquran.

Allah Ta’ala berfirman di QS Albaqarah 2. Alquran ini petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.

Abdullah bin Mas‘ud radiyallahu ‘anhu berkata: Barang siapa ingin mengetahui apakah ia mencintai Allah, maka periksalah dirinya dengan Alquran.

Jika ia mencintai Alquran, maka ia mencintai Allah Ta’ala.

Mengikuti peringatan Allah berarti menjadikan wahyu sebagai pedoman hidup, bukan sekadar dibaca, tetapi diamalkan. 

Kedua, takut kepada Allah Ta’ala.

Takut kepada Allah bukan sekadar rasa takut, tetapi takut yang lahir dari pengenalan dan keimanan.

Allah Ta’ala berfirman di QS Fatir 28. Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama.

Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: Orang beriman adalah orang yang takut kepada Allah dalam kesendirian dan meninggalkan apa yang diharamkan-Nya.

Takut kepada Allah membuat seseorang jujur meski tidak diawasi manusia. Istiqamah meski sendirian. Serta taat meski berat.

Ketiga, iman kepada yang gaib.

Ayat ini menyebut takut kepada Ar-Rahman bil-gaib, yakni beriman walau tidak melihat.

Allah memuji orang beriman di QS Albaqarah 3. Orang bertakwa yaitu mereka yang beriman kepada yang gaib.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Beruntunglah orang yang beriman kepadaku padahal ia tidak pernah melihatku.

Iman kepada yang gaib mencakup iman kepada Allah, malaikat, surga, neraka, hisab, dan pahala meski belum tampak oleh mata.

Keempat, beramal saleh.

Surat Yasin ayat 12 menegaskan, Allah Ta’ala mencatat amal dan bekas-bekasnya. Inilah dasar amal jariyah.

Rasulullah bersabda: Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.

Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan: Bekas amal mencakup segala kebaikan yang manfaatnya terus dirasakan setelah pelakunya meninggal.

Contohnya: mengajar ilmu, membangun masjid, menulis kitab, berdakwah, atau menolong orang hingga orang lain meniru kebaikannya.

Kelima, mendidik dan memberi teladan kepada anak agar beramal saleh.

Anak saleh investasi akhirat terbesar. Allah Ta’ala berfirman di QS Attur 21.

Dan orang-orang yang beriman dan diikuti oleh keturunannya dengan keimanan, Kami pertemukan mereka di surga.

’’Fatihah yang kita ajarkan kepada anak. Maka setiap anak baca Fatihah, kita akan mendapatkan kiriman pahalanya,’’ tegasnya. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Polres Jombang #masjid #Binrohtal #Jombang #ampunan #pahala