JombangBanget.id – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 belum mampu mendongkrak kunjungan ke Taman Tirta Wisata Keplaksari, Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan, Jombang.
Kondisinya, wisata milik Pemkab Jombang tetap sepi, bahkan tidak ada pengunjung sama sekali.
Pantauan di lokasi, kolam renang tetap dibuka. Dua kolam renang di bagian depan masih terisi air, namun tampak kosong tanpa aktivitas pengunjung.
Sementara kolam renang di bagian belakang tidak lagi difungsikan dan kini ditumbuhi semak belukar.
Kondisi serupa juga terlihat di area water slide yang tampak sepi dan sudah lama tidak digunakan.
Di area sekitar kolam, hanya dua pedagang berjualan sambil menunggu pembeli.
Namun hingga hampir satu jam, belum ada pengunjung yang datang untuk berlibur atau sekadar berenang.
Penjaga kolam, Muslam, membenarkan kondisi sepi tersebut. Menurutnya, sejak libur Natal hingga menjelang Tahun Baru, jumlah pengunjung nyaris tidak ada.
”Masih sepi, kolamnya juga sepi. Waktu tanggal merah Natal kemarin juga nggak ada yang masuk,” ujar Muslam.
Aktivitas di kolam hanya berasal dari anak-anak yang latihan renang sesuai jadwal.
”Paling ada sekitar 10 anak itu renang biasa. Untuk yang latihan renang biasanya Jumat sampai Minggu karena sudah terjadwal. Kalau untuk liburan, tidak ada,” imbuh dia.
Baca Juga: Pendapatan Tirta Wisata Jombang Seret, Tak Sampai Rp 15 Juta hingga Jelang Akhir Tahun
Meski minim pengunjung, pihak pengelola tetap membuka kolam. Namun, sejumlah wahana sudah tidak lagi difungsikan, salah satunya water slide.
Muslam menegaskan, wahana tersebut ditutup demi alasan keselamatan.
”Water slide sudah tidak dipakai. Keramiknya banyak yang jebol, perosotannya juga rusak, besinya sudah kelihatan aus dan nggak kuat. Kalau dipaksa dipakai bahaya, bisa jatuh dan membahayakan. Lebih baik ditutup daripada membahayakan keselamatan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jombang Bambang Nurwijanto mengakui hingga saat ini kondisi Tirta Wisata masih sepi pengunjung.
Meski demikian, pemkab terus berupaya menawarkan kawasan tersebut kepada calon investor.
”Belum ada, kami masih berupaya menawarkan,” ujar Bambang.
Pemkab sebenarnya sudah memiliki Kajian Investment Project Offer (Ipro) sejak 2024.
Kajian tersebut kemudian dipromosikan melalui sejumlah agenda pemasaran investasi yang difasilitasi Bank Indonesia (BI), di antaranya East Java Investment Dialogue (EJID) pada 15–16 Juli serta East Java Investment Forum (EJIF) pada Oktober lalu.
”Jadi sudah dua kali kami mengikuti agenda BI,” imbuhnya.
Namun hingga menjelang tutup tahun, hasilnya belum sesuai harapan.
Menurut Bambang, minat dari calon investor memang ada, tetapi belum ada yang berlanjut ke tahap kerja sama konkret.
”Sementara belum ada yang nyantol. Yang tanya-tanya sebenarnya ada. Bahkan ada yang menanyakan Tirta Wisata bisa dikerjasamakan, kami sampaikan monggo, silakan dilihat-lihat dulu. Sementara ada yang menanyakan saja kami sudah senang,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pendapatan dari aset Taman Tirta Wisata Keplaksari hingga menjelang akhir tahun masih tergolong minim.
Sejak Januari hingga Rabu (10/12), pemasukan tercatat baru mencapai Rp 14.530.000.
Meski demikian, capaian tersebut sedikit lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
Pada 2024, pendapatan Tirta Wisata Keplaksari hanya mencapai Rp 8.150.000, angka yang dinilai belum sebanding dengan biaya operasional dan gaji sembilan petugas yang berjaga di kawasan seluas 3,5 hektare. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz