Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal: Dari Takbir hingga Salam, Salat Menyehatkan Jiwa dan Raga

Rojiful Mamduh • Jumat, 26 Desember 2025 | 13:32 WIB

 

Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Rois Syuriyah MWCNU Ploso sekaligus Ketua MUI Kecamatan Ploso, Jombang, KH Ainul Yakin, menjelaskan pentingnya salat.

’’Salat merupakan kado indah dari Allah Ta’ala untuk kesehatan jiwa dan raga,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Selasa (23/12).

Allah Ta’ala berfirman di QS Al-Mukminun 1–2.

“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyuk dalam salatnya.

Imam Al-Ghazali rahimahullah berkata: Salat mikraj-nya orang beriman; siapa yang naik dengan benar, ia akan kembali dengan hati yang hidup.

Pertama, takbiratul ihram melepaskan beban dunia.

Meregangkan otot bahu dan melancarkan aliran darah kaya oksigen ke otak. Secara rohani, isyarat pelepasan dunia.

Ketika kita mengucap Allahu Akbar, sejatinya kita sedang berkata dalam hati: ’’Wahai Allah, Engkau Maha Besar, dan semua masalahku sangat kecil.’’

Ali bin Abi Thalib radiyallahu ‘anhu berkata: Jika manusia mengetahui siapa yang ia hadapi dalam salat, niscaya ia tak akan menoleh ke selain-Nya.

Kedua rukuk, pelajaran keseimbangan dan kerendahan hati.

Rukuk dengan punggung lurus menjaga kesehatan tulang belakang, melenturkan otot pinggang, dan mencegah gangguan saraf. Rukuk simbol kerendahan hati.

Punggung yang biasanya tegak karena kesombongan kini tunduk di hadapan Sang Pencipta.

Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: Salat ujian kejujuran hati; siapa yang tunduk dalam rukuk, ia akan lurus dalam hidupnya.

Ketiga sujud, puncak kedekatan dan kesehatan otak.

Dalam keadaan ini, jantung berada di atas otak sehingga aliran darah menuju otak meningkat.

Khususnya ke lobus frontal yang berperan dalam konsentrasi, emosi, dan pengambilan keputusan.

Rasulullah bersabda: Keadaan paling dekat seorang hamba dengan Rabb-nya saat ia sujud, maka perbanyaklah doa.

Syekh Abdul Qadir Al-Jilani rahimahullah berkata: Jika engkau ingin doamu sampai ke Arsy, jatuhkanlah egomu ke tanah dalam sujud.

Dikisahkan seorang ulama berkata, ’’Aku tak pernah khawatir selama masih bisa sujud.’’

Ketika ditanya mengapa, ia menjawab, ’’Karena di sanalah semua bebanku jatuh ke bumi, dan Allah mengangkatku tanpa aku sadari.’’

Keempat duduk di antara dua sujud. Posisi ini memijat area pangkal paha.

Melenturkan sendi kaki. Membantu sistem pencernaan dan kesehatan organ vital.

Di sini kita memohon delapan hal. Ampunan, kasih sayang, kecukupan, pengangkatan derajat, rezeki, hidayah, kesehatan, dan maaf.

Duduk ini mengajarkan, hidup bukan hanya tentang bergerak maju, tetapi juga berhenti sejenak untuk memohon perbaikan diri.

Kelima salam, menyebarkan kedamaian.

Gerakan menoleh ke kanan dan kiri saat salam meregangkan otot leher dan menjaga elastisitas saraf.

Ini membantu mencegah ketegangan, sakit kepala, dan kekakuan leher.

Setelah berbicara dengan Allah, kita kembali ke dunia dengan membawa kedamaian bagi sesama.

Imam Nawawi rahimahullah berkata: Salam tanda bahwa salat melahirkan akhlak, bukan sekadar gerakan. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Polres Jombang #jiwa dan tubuh #kesehatan #masjid #raga #tubuh #Binrohtal #keutamaan salat #Jombang #salat #manfaat #sehat