JombangBanget.id – Keluhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jombang kembali bermunculan.
Kali ini, sejumlah sekolah di Kecamatan Peterongan, Jombang mengeluhkan menu yang diterima siswa dinilai kurang ideal karena didominasi snack dan makanan kemasan.
Salah satunya, dikeluhkan wali murid TK Rahmad Said, Desa Bongkot, Kecamatan Peterongan, Jombang.
Pada pekan lalu, siswa menerima paket MBG berupa buah pir, sambel goreng tempe, roti, keripik tempe, biskuit roti rasa abon, potongan buah nanas, dan susu kemasan.
’’Menu yang diberikan keringan, tidak ada nasi atau lauk daging ayam ataupun daging sapi. Kami rasa ini kurang ideal untuk menu MBG,’’ kata salah satu walimurid yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi serupa juga ditemukan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Rahmad Said.
Menu MBG yang diterima siswa hanya terdiri dari telur rebus, buah mangga, roti, dan kacang kedelai kemasan plastik. Menurutnya, hal itu kurang sesuai.
’’Kemarin sudah kita sampaikan agar dievaluasi,’’ ucapnya.
Selain komposisi menu, pihaknya juga mempertanyakan kemasan distribusi MBG.
Menurutnya, makanan dibagikan menggunakan kantong kertas menyerupai kemasan acara resepsi.
Berdasarkan informasi dari sumber internal, menu awalnya dimasukkan ke dalam kantong bertuliskan SPPG asal.
Namun saat diberikan kepada siswa dikemas ulang dalam kantong kertas polos.
Terpisah, Mochammad Rodly, perwakilan SPPG Kebontemu, menyampaikan menu yang diberikan kepada siswa merupakan menu kering.
’’Ya, memang kemarin kita berikan menu kering,’’ ujarnya.
Ia menjelaskan menu tersebut terdiri dari buah, kacang kedelai goreng, telur rebus, serta makaroni ayam wortel.
Menurutnya, menu yang diberikan sudah sesuai dengan ketentuan gizi.
’’Sudah sesuai dan insya Allah Senin depan sudah menu reguler,’’ ungkapnya. (ang/jif)
Editor : Ainul Hafidz