Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal: Musibah Jadi Alarm Spiritual Umat

Rojiful Mamduh • Rabu, 17 Desember 2025 | 13:04 WIB

 

Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Imam Masjid Dr H Moeldoko, KH Muhtarom Alhafiz, menjelaskan pentingnya muhasabah atau introspeksi.

’’Sederet musibah dan bencana yang menimpa bangsa Indonesia di akhir 2025 ini hendaknya menjadi bahan muhasabah bagi kita semua,’’ tuturnya, saat khotbah di Masjid Annur Satlantas Polres Jombang, Jumat (12/11).

Bencana yang melanda saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—dengan ribuan korban bukanlah sekadar angka statistik.

Di balik data tersebut ada istri yang kehilangan suami. Anak yang kehilangan orang tua. Serta keluarga yang kehilangan masa depan.

Allah Ta‘ala mengingatkan, musibah merupakan bagian dari ujian kehidupan. Sebagaimana disebutkan di QS Al-Baqarah 155.

Musibah yang menimpa orang-orang saleh dan taat kepada Allah merupakan ujian untuk meninggikan derajat mereka.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, maka Allah akan menimpakan musibah kepadanya.

Musibah dunia sering kali menjadi pelindung dari musibah agama.

Musibah agama adalah ketika seseorang terjerumus dalam dosa, meninggalkan salat, dan bergelimang maksiat.

Sedangkan musibah dunia—seperti kehilangan harta, sakit, atau wafatnya orang tercinta—bisa menjadi penghapus dosa.

Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: Musibah adalah cambuk Allah agar hamba kembali kepada-Nya.

Namun, musibah juga bisa menjadi peringatan dan hukuman atas dosa-dosa manusia.

Allah Ta’ala berfirman di QS Asy-Syura 30. Musibah apa pun yang menimpa kalian disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah memaafkan banyak (kesalahan).

Sikap terbaik memperbanyak tobat, bukan saling menyalahkan.

Sejarah para nabi dan wali Allah penuh dengan ujian. Rasulullah—dihina, dilempari batu hingga berdarah, kehilangan istri dan anak tercinta.

Serta harus hijrah meninggalkan Makkah yang beliau cintai. Semua itu menunjukkan, semakin tinggi iman seseorang, semakin besar pula ujiannya.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Barang siapa ingin ditolong Allah, hendaklah ia menolong sesama manusia.

Maka, di tengah bencana ini, mari kita tingkatkan kepedulian sosial dengan membantu saudara-saudara kita, atau minimal mendoakan mereka.

Allah Ta’ala berfirman di QS Al Anfal 33.

Allah tidak akan mengazab mereka selama engkau (Muhammad) berada di tengah-tengah mereka, dan Allah tidak akan mengazab mereka selama mereka memohon ampun.

Mari kita perbanyak salawat kepada Rasulullah, menghidupkan sunah beliau, serta memperbanyak istigfar untuk diri kita, keluarga, dan seluruh kaum muslimin.

Semoga Allah melindungi negeri ini, mengangkat musibah, dan menggantinya dengan keberkahan. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Polres Jombang #musibah #umat #Spriritual #masjid #Indonesia #alarm #Binrohtal #Jombang #azab