JombangBanget.id – Munculnya retakan tanah sepanjang 49 meter di Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Jombang langsung mendapat perhatian serius Pemkab Jombang.
Bupati Jombang Warsubi memastikan penanganan cepat disiapkan untuk mengantisipasi potensi bencana, mengingat lokasi retakan berada tak jauh dari permukiman warga.
”Kami telah mengerahkan tim teknis untuk mempelajari kondisi di lapangan. Anggaran belanja tak terduga (BTT) siap dialokasikan apabila diperlukan penanganan darurat,” tegas Warsubi saat memberikan keterangan di Pendopo Kabupaten Jombang, Jumat (12/12).
Hasil peninjauan tim gabungan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Jombang menunjukkan, retakan terjadi di lahan perkebunan dengan panjang sekitar 49 meter.
Lebar retakan bervariasi antara 9 hingga 20 sentimeter, dengan kedalaman mulai 10 sentimeter hingga mencapai 130 sentimeter di beberapa titik.
Pemkab juga mengintensifkan langkah mitigasi dengan mengimbau warga sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan.
Warga yang berada di zona rawan telah diberikan edukasi agar bersiap mengungsi sementara apabila terjadi perubahan kondisi tanah.
”Kewaspadaan dini harus ditingkatkan. Kami mendorong masyarakat aktif melaporkan setiap perkembangan yang terjadi di lingkungan sekitar,” tambah Warsubi.
Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas menyebut kondisi tanah di wilayah Wonosalam secara alami memang labil.
Karena itu, retakan tersebut menjadi sinyal serius yang harus diwaspadai.
”Tim kami sedang memetakan area dan mengidentifikasi titik-titik rawan. Warga kami imbau tidak mendekati zona retakan, terlebih saat curah hujan tinggi,” ujarnya.
Meski jarak retakan dengan permukiman terdekat sekitar 500 meter, BPBD tetap melakukan pemantauan intensif.
Pergerakan tanah dinilai masih berpotensi berkembang, terutama memasuki puncak musim penghujan.
”Pemantauan terus kita lakukan karena pergerakan tanah dinilai dapat berkembang sewaktu-waktu, terutama pada musim penghujan,’’ tandasnya.
Sebagai langkah preventif, BPBD Jombang telah memberikan pelatihan kesiapsiagaan bencana kepada warga Desa Sambirejo serta berkoordinasi dengan BPBD Jawa Timur.
“Setiap perkembangan di lapangan sudah kami laporkan ke BPBD Jatim,” pungkas Wiku. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz