JombangBanget.id - Anggota Komisi Dakwah MUI Jombang, KH Khairil Anam, menjelaskan pentingnya ilmu.
’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Setiap sesuatu memiliki jalan, dan jalan menuju surga adalah ilmu,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Senin (15/12).
Hadis ini mengajarkan kepada kita sebuah kaidah besar dalam kehidupan: Tidak ada hasil tanpa proses, dan tidak ada surga tanpa ilmu.
Palajaran pertama, segala sesuatu berjalan dengan proses (sunnatullah).
Dalam kehidupan, tidak ada sesuatu yang datang secara tiba-tiba tanpa sebab. Ingin memiliki harta, jalannya bekerja. Ingin sehat, jalannya menjaga pola hidup.
Ingin memiliki keturunan, jalannya pernikahan. Dan ingin masuk surga, jalannya ilmu.
Allah Ta’ala berfirman di QS Al-Ahzab 62.
Itulah sunnatullah yang berlaku atas orang-orang sebelum kamu, dan kamu tidak akan mendapati perubahan pada sunnatullah.
Allah Mahakuasa menciptakan sesuatu tanpa proses. Seperti unta Nabi Saleh alaihissalam keluar dari batu.
Nabi Isa alaihissalam lahir tanpa ayah. Hawa diciptakan tanpa ibu. Adam diciptakan tanpa ayah dan ibu.
Semua itu pengecualian, bukan aturan umum. Aturan kehidupan berjalan dengan sebab dan proses, itulah yang disebut sunnatullah.
Baca Juga: Binrohtal: Ini Doa yang Mengandung Tiga Pilar Kebahagiaan
Suatu ketika ada orang masuk masjid tanpa mengikat untanya.
Orang itu bilang melakukannya karena tawakal. Rasulullah lalu bersabda: Ikatlah (untamu), lalu bertawakallah.
Pelajaran kedua, ilmu jalan menuju surga. Rasulullah menegaskan: Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.
Ilmu yang dimaksud tidak terbatas pada ilmu agama. Tetapi setiap ilmu yang bermanfaat.
Ilmu kesehatan menjaga kehidupan. Ilmu teknik membangun peradaban.
Ilmu listrik menerangi kegelapan. Semua itu termasuk amal saleh jika diniatkan karena Allah.
Allah Ta’al berfirman di QS Az-Zumar 9. Apakah sama orang-orang yang berilmu dan orang-orang yang tidak berilmu?
Imam Syafi’i rahimahullah berkata: Barang siapa menginginkan dunia, hendaklah dengan ilmu. Barang siapa menginginkan akhirat, hendaklah dengan ilmu.
Imam Al-Ghazali rahimahullah mengatakan: Ilmu pangkal kebahagiaan. Barang siapa tersesat dari ilmu, maka ia tersesat dari jalan menuju Allah.
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani rahimahullah, berkata: ’’Wahai anakku, jangan engkau berjalan menuju Allah dengan kebodohan, karena kebodohan adalah hijab yang paling tebal.
Saking pentingnya ilmu, para ulama masih terus belajar dan mengajar hingga detik terakhirnya.
Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah tetap menghadiri majelis ilmu meski telah menjadi ulama besar.
Pendiri PP Al Falah Ploso, Kediri, KH Djazuli Utsman, masih terus ngaji ke sejumlah pondok meski sudah dewasa dan berumah tangga. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz