Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Renungan Minggu: Iri Hati Bisa Rusak Hubungan

Rojiful Mamduh • Minggu, 14 Desember 2025 | 15:23 WIB

 

Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh,
Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh,

JombangBanget.id - Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik tentang pentingnya menjauhi iri hati.

’’Jika kamu menaruh perasaan iri hati dan kamu mementingkan diri sendiri, janganlah kamu memegahkan diri dan janganlah berdusta melawan kebenaran!’’ tuturnya mengutip Yakobus 3:14.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti iri hati, merasa kurang senang melihat kelebihan orang lain. Iri hati artinya juga sama dengan cemburu.

Kisah pertama yang dicatat dalam Alkitab tentang iri hati adalah kisah dimana saudara-saudara Yusuf, iri hati kepadanya. Kejadian 37:11.

’’Maka iri hatilah saudara-saudaranya kepadanya, tetapi ayahnya menyimpan hal itu dalam hatinya.’’ 

Hal itu terjadi dimulai dari Yakub, ayahnya yang lebih mengasihi Yusuf dari anak-anaknya yang lain. Sebab Yusuf anaknya yang lahir pada masa tua ayahnya.

Bukan hanya itu, tapi juga disebabkan Yusuf yang menceritakan dua mimpinya kepada saudara-saudaranya bahwa berkas-berkas gandum saudara-saudaranya sujud menyembah berkasnya Yusuf.

Dan juga Yusuf bermimpi bahwa matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadanya.

Artinya ayah, ibu dan saudara-saudaranya menyembah kepadanya (ay. 10).

Yusuf dibenci saudara-saudaranya karena kurang senang melihat kelebihan yang ada pada Yusuf.

Dan karena iri hati, maka saudara-saudaranya merencanakan pembunuhan terhadap Yusuf.

Seperti dikatakan ayat di atas memberitahu kepada kita, bahwa iri hati dan egoisme bertentangan dengan hikmat sejati dan merupakan "dusta" karena orang yang memilikinya tidak boleh mengaku bijaksana.

Karena kebijaksanaan yang berasal dari dunia adalah berbeda dari hikmat ilahi.

Firman ini memperingatkan agar setiap kita tidak menyimpan perasaan iri hati (cemburu, sakit hati) dan mementingkan diri sendiri.

Sifat-sifat ini, tidak boleh membuat seseorang menyombongkan diri dengan menganggap dirinya bijaksana.

Iri hati dan mementingkan diri sendiri bukan berasal dari hikmat ilahi, melainkan dari duniawi dan iblis.

Ayat bacaan kita di atas dilanjutkan oleh Yakobus dengan alasan; "Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri, di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat" (ay. 16).

Yakobus dalam perikop ini sedang membahas bahaya iri hati, hikmat duniawi (yang berasal dari iri hati) dan hikmat dari Allah (murni, damai, penuh belas kasihan).

Serta pentingnya untuk mengubahkan hati dengan kasih dan kerendahan hati untuk hidup dalam damai sejahtera.

Dalam kehidupan pribadi dan kelompok, sikap ini dapat menimbulkan pertengkaran, perpecahan, dan rusaknya hubungan.

Hikmat duniawi berfokus pada keuntungan pribadi dan persaingan.

Sedangkan hikmat dari Allah bersifat murni, cinta damai, penuh pertimbangan, belas kasihan, dan menghasilkan buah-buah kebaikan.

Mengikut hikmat duniawi akan menghasilkan kekacauan, sedangkan mengikut hikmat dari atas akan membawa kedamaian dan kebaikan.

Ini adalah panggilan untuk memilih hidup dalam kerendahan hati, damai sejahtera, dan saling mengasihi, bukan saling bersaing.

Kita perlu hikmat dari Allah untuk mengubahkan hati kita menjadi lebih penuh syukur dan kasih. Sehingga kita dapat menjadi alat perdamaian di mana pun kita berada.

Baiklah kita meminta kepada Allah supaya hati kita dipenuhi oleh kasih-Nya, sehingga kita tidak lagi melihat kelebihan yang ada pada orang lain merupakan hal yang membuat kita cemburu.

Pastikan setiap kita hidup dalam anugerah dan kasih Allah. Sehingga kita tidak iri hati kepada apa yang Tuhan anugerahkan kepada orang lain.

Sehingga hidup kita penuh dengan damai sejahtera dan bahagia. ’’Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif)

Editor : Ainul Hafidz
#Renungan Minggu #rusak hubungan #iri hati #GPdI House of Prayer Sawahan #Jombang #Petrus Hari Hariyanto #pendeta