JombangBanget.id - Tugu Jombang di Bandarkedungmulyo senilai Rp 1 Miliar ambruk diterjang angin Kamis (11/12) sore.
Padahal, tugu ini belum genap sebulan rampung dikerjakan.
Seperti yang terpantau di lokasi Jumat (12/12) pagi, tugu ini tampak rusak pada bagian ujung atasnya.
Hiasan besi ukir bagian atas tugu ambruk ke bawah.
’’Rusaknya kena angin tadi (11/12) sore. Pas ada hujan dan angin kencang,’’ kata Solikan, warga di lokasi.
Angin yang menerpa tugu membuat bagian atasnya ambruk ke bawah.
’’Padahal ya baru sebulan selesai dibangun. Entah karena kualitasnya atau gimana. Wong menara masjid disebelahnya tidak apa-apa,’’ terangnya.
Beruntung, kerusakan tugu itu tak menyebabkan korban luka. Karena saat kejadian, kondisi lokasi sedang sepi.
Pantauan hingga Jumat (12/12) pagi, patahan tugu bagian atas itu sudah dibersihkan.
Beberapa pekerja juga terlihat tengah membetulkan konstruksi yang rusak.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang, Bayu Pancoroadi, mengatakan, kerusakan pada tugu itu sudah dilakukan pengecekan oleh timnya.
Baca Juga: Proyek Tugu Jombang Rp 1 Miliar Molor, Denda Kontraktor Tetap Jalan, Segini Progres Terbarunya
’’Hasilnya, yang mengalami kerusakan hanya bagian atas saja, untuk struktur bagian bawahnya masih aman,’’ terangnya.
Masa pemeliharaan tugu itu hingga setahun ke depan. Maka proses perbaikan masih tanggungjawab kontraktor pelaksana.
’’Masih masa pemeliharaan, jadi perbaikan dari sana,’’ urainya.
Dalam perbaikan nanti, struktur besi yang rusak akan diganti secara kesuluruhan.
’’Sebelumnya masih pakai besi hollow, setelah ini akan diganti strukturnya dan diberi penguatan, agar tidak rusak kembali,’’ terangnya.
Proyek tugu ini didanai APBD Jombang Rp 1.033.538.875. Dikerjakan CV Ardi Konstruksi asal Tulungagung. Proses pembangunannya sempat molor.
Proyek seharusnya selesai dalam 120 hari kalender sejak kontrak ditandatangani pada 17 Juni. Seharusnya selesai pada 17 Oktober namun molor 13 hari.
Kontraktor harus menanggung denda keterlambatan pekerjaan sebesar Rp 13 juta. (riz/jif)
Editor : Ainul Hafidz