JombangBanget.id - Sekretaris MWCNU Kecamatan Jombang, H Abd Basid, menjelaskan pentingnya mendoakan anak agar melaksanakan salat.
’’Doa terbaik adalah doa agar dimampukan menjalankan kewajiban,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Selasa (9/12).
Dan warisan terbaik adalah anak yang menjaga salat.
Sebagaimana doa Nabi Ibrahim alaihissalam yang diabadikan di QS Ibrahim 40.
Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang mendirikan salat.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Salat adalah tiang agama.
Siapa yang menegakkannya, ia telah menegakkan agama; siapa yang merobohkannya, ia telah merobohkan agama.
Salatlah yang akan ditanya pertama kali pada hari kiamat.
Dikisahkan ada seorang ayah yang telah lama lalai dari salat. Ia bekerja keras tetapi hatinya selalu gelisah. Suatu malam ia bermimpi berada di padang mahsyar.
Matahari mendekat, panas menyengat. Ia berlari mencari tempat berlindung, namun tak ada apa pun yang melindungi.
Tiba-tiba ia melihat putranya datang membawa cahaya yang meneduhkan. Ketika cahaya itu menyentuhnya, panas itu pun sirna. ’’Wahai anakku, cahaya apakah ini?’’
Baca Juga: Binrohtal: Istiqamah Ibadah Lebih Bernilai Dibanding Ibadah Besar tetapi Sesekali
Putranya menjawab: ’’Ayah, ini cahaya salat. Engkau tidak memiliki cahaya itu, tetapi aku dijaga oleh salat yang ayah ajarkan di masa kecilku.’’
Ayah itu menangis tersedu-sedu dalam mimpi, dan ketika terbangun ia langsung bersujud dan berkata: ’’Ya Allah, aku ingin menghidupkan cahaya yang dulu padam itu.’’
Sejak saat itu ia tidak pernah meninggalkan salat, dan rumahnya dipenuhi dengan ketenteraman.
Seseorang bisa memiliki semuanya, tetapi bila ia tidak diberi taufik untuk salat, maka ia kehilangan segalanya.
Umar bin Khattab radiyallāhu ‘anhu berkata; Tidak ada bagian dari dunia yang paling aku cintai melebihi salat tepat pada waktunya.
’’Salat merupakan warisan terbesar untuk anak keturunan,’’ ucapnya.
Nabi Ibrahim tidak hanya meminta taufik salat untuk dirinya, tetapi juga untuk keturunannya.
Ayat ini menunjukkan, doa agar keturunan salat adalah doa terbaik seorang ayah. Apa gunanya harta warisan, bila anak-anak tidak salat.
Sahl At-Tustari, seorang wali besar, berkata: Sumber kebaikan keluarga adalah salat.
Alkisah, seorang pemuda fasik selalu membuat resah orang tuanya. Suatu hari ia meninggal dalam keadaan buruk.
Orang-orang enggan mengurus jenazahnya.
Ibunya menangis sambil berkata: ’’Ya Allah, aku selalu berdoa seperti doa Ibrahim agar anakku menjadi penegak salat. Jika Engkau belum mengabulkannya ketika hidupnya, maka kabulkanlah setelah kematiannya.’’
Tiba-tiba seorang ulama besar datang dan berkata: Wahai ibu, jangan bersedih.
Aku bermimpi Nabi berkata: ’’Carilah jenazah itu dan mandikanlah dengan lembut, karena ibunya termasuk orang yang doanya dekat kepada Allah.’’
Pemuda itu dikuburkan dengan penuh penghormatan. Setelah itu, banyak orang bertobat karena melihat betapa besarnya pengaruh doa seorang ibu.
Ini menunjukkan bahwa doa ketaatan lebih kuat daripada doa dunia. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz