JombangBanget.id - Pengasuh PP Al Manshuriyah, Kalijaring, sekaligus Ketua MUI Kecamatan Tembelang, Jombang, KH Nur Kholis, menjelaskan pentingnya istiqamah ibadah.
’’Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam berpesan agar kita ibadah sederhana yang penting nyaman dan istiqamah,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (3/12).
Rasulullah bersabda: Amal yang paling dicintai Allah adalah yang paling kontinyu (istiqamah), meskipun sedikit.
Ibadah ringan seperti zikir pagi-petang, salat sunah dua rakaat sebelum Subuh, membaca Quran beberapa ayat setiap hari.
Semua itu jika dilakukan terus-menerus lebih bernilai di sisi Allah dibanding ibadah besar tetapi sesekali.
Kita tidak masuk surga karena amal, tetapi karena rahmat Allah Ta’ala.
Rasulullah bersabda: Tidak ada seorang pun yang masuk surga dengan amalnya. Para sahabat bertanya,‘’Termasuk engkau wahai Rasulullah?’’
Beliau menjawab, ’’Ya, termasuk aku, kecuali jika Allah meliputiku dengan rahmat-Nya.’’
Hadis ini menggugurkan rasa sombong atas amalan.
Amal kita hanyalah tanda ketundukan, bukan tiket untuk merasa aman dari azab atau bergantung kepada diri sendiri.
Orang yang ingat mati tidak akan merasa berat beristiqamah dalam ibadah sederhana.
Baca Juga: Binrohtal: Ini Empat Tanda Kebaikan Dunia dan Akhirat
Karena ia tahu bahwa setiap hembusan napas dapat menjadi yang terakhir.
Dikisahkan, ada seorang wanita tua yang setiap hari menjahit sambil berzikir: Subhanallah, Alhamdulillah, dan Allahu Akbar.
Tidak banyak, hanya tiga kali setiap kali berganti pekerjaan kecil. Ketika wafat, seseorang melihatnya dalam mimpi berada dalam kenikmatan kubur.
Ketika ditanya apakah amal besar yang menjadi penyebabnya, ia menjawab: Tidak ada amal besar.
Hanya zikir tiga kali setiap kali aku memulai pekerjaan, agar hatiku selalu bersama Allah.”
Kisah hikmah ini menguatkan bahwa sekecil apa pun amal bila istiqamah, ia bisa menjadi cahaya di alam kubur dan akhirat.
Sebaliknya, ada hamba yang ibadah selama 500 tahun penuh.
Setelah ajalnya tiba, ia berkata: ’’Ya Rabb, masukkanlah aku ke surga dengan amal ibadahku.’’
Maka Allah berfirman kepada para malaikat: ’’Timbanglah antara amal 500 tahun hamba ini dengan nikmat yang Aku berikan kepadanya.’’
Para malaikat pun menimbang. Ternyata, nikmat satu mata saja jauh lebih berat dari seluruh ibadahnya selama 500 tahun.
Maka seluruh amal ibadahnya tidak cukup untuk membayar satu nikmat mata. Sehingga Allah lantas menyuruh malaikat memasukkannya ke neraka.
Hamba ini lantas menyadari kesalahannya dan meminta ampun kepada Allah Ta’ala.
Dia lantas minta dimasukkan surga dengan rahmat Allah Ta’ala.
Lalu Allah Ta’ala berfirman: Masukkan hamba-Ku ini ke surga dengan rahmat-Ku. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz