Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

146 Desa di Jombang Masuk Zona Rawan Bencana, Mulai Longsor hingga Banjir

Anggi Fridianto • Jumat, 5 Desember 2025 | 21:54 WIB
Ilustrasi rawan bencana.
Ilustrasi rawan bencana.

JombangBanget.id – Sebanyak 146 desa di 21 kecamatan di Kabupaten Jombang masuk dalam kategori rawan bencana hidrometeorologi.

Kondisi ini mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang untuk memperkuat kesiapsiagaan seluruh elemen, terutama menghadapi ancaman longsor dan banjir saat curah hujan tinggi.

Hal itu disampaikan Bupati Jombang Warsubi, usai memimpin Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi yang digelar Pemkab Jombang di Alun-alun Jombang, Kamis (4/12).

Dalam kegiatan tersebut, pihaknya menekankan pentingnya kewaspadaan karena curah hujan meningkat dan anomali iklim terus terjadi.

”Kegiatan ini untuk kesiapsiagaan kita karena saat ini curah hujan tinggi, ada anomali iklim, dan ini penting sekali agar semua pihak, termasuk BPBD selalu siap siaga jika terjadi bencana,” ujar dia ditemui usai apel.

Menurut dia, ada beberapa wilayah yang paling berpotensi bencana.

Misalnya rawan terjadi longsor adalah Kecamatan Wonosalam dan Bareng. Hampir seluruh desa di Wonosalam disebut memiliki kerawanan yang tinggi.

Sementara kecamatan lain lebih rentan terhadap banjir akibat luapan sungai.

”Kalau di Wonosalam hampir merata rawan longsor. Daerah lain terkait potensi luapan air,” jelas dia.

Bupati menyebut, berdasarkan pemetaan yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang, total ada 146 desa yang masuk kategori rawan bencana.

Di antaranya, seluruh desa di Kecamatan Wonosalam, dan lainnya tersebar merata di sejumlah kecamatan. ”Ada 146 desa yang rawan bencana,’’ papar dia.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, PLN Kolaborasi BMKG dan BPBD Nganjuk Cegah Risiko Bencana

Bupati juga menyampaikan empati dan doa untuk korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Pihaknya meminta seluruh pemangku kepentingan meningkatkan kewaspadaan. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan respon cepat saat terjadi bencana.

”Semua stakeholder harus sigap menghadapi bencana. Kesiapsiagaan dan koordinasi menjadi kunci agar penanganan cepat dan tepat,” tegas Bupati. Pemkab mengimbau masyarakat lebih waspada, khususnya warga di wilayah rawan longsor dan banjir, serta segera melapor apabila terjadi tanda-tanda bencana. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Pemkab Jombang #longsor #banjir #Wonosalam #Jombang #rawan bencana #bencana #BPBD Jombang