JombangBanget.id – KH Nurhadi (Mbah Bolong) menjelaskan bahaya narkoba di dunia hingga akhirat.
’’Tidak hanya pengguna, bahkan tetangganya pun ikut kena dampaknya,’’ tuturnya saat tablig anti narkoba di Masjid Baitul Maqdis Pesantren Bakti Bapak Emak (BBE), Bareng, Sabtu (29/11).
Alkisah, ada anak muda saleh meninggal dunia. Mulanya dia mendapatkan nikmat di kuburan.
Hingga suatu hari, bapaknya mimpi melihat si anak wajahnya keriput. Rambutnya yang semula hitam menjadi putih.
’’Ketika ditanya sebabnya, si anak cerita. Baru saja ada orang mati mabuk di kubur di sebelahnya. Saking dahsyatnya siksa, dia ketakutan hingga rambutnya memutih,’’ jelasnya.
Di dunia, lingkungan yang buruk bisa membuat anak orang baik terseret narkoba.
’’Kita ini ibarat naik perahu. Kalau ada orang melubangi kapal didiamkan, maka semua bisa tenggelam. Kalau kiai diam, polisi diam, kades dan camat diam. Maka lingkungan akan rusak,’’ paparnya.
Kabag SDM Polres Jombang, Kompol Yanuar, menyatakan, sepanjang 2025, Polres Jombang mengungkap 170 kasus narkoba dengan tersangka 260 orang.
Barang buktinya 1.300 gram sabu, 5.836 gram ganja, 458 ekstasi dan 451 ribu dobel L.
Staf Ahli Bupati, Sudiro Setiono,menyampaikan sambutan bupati yang mengajak semua pihak bersama-sama memerangi narkoba.
Guna mewujudkan Jombang bersih narkoba.
Baca Juga: Kasus Narkoba di Jombang Tinggi, Bupati Kembali Buka Rencana Bentuk BNNK
’’Masyarakat Bareng yang mengetahui penyalahgunaan narkoba bisa melapor ke nomor 110, atau WA 0823-2390-0110 atau lapor Pak Kapolsek di nomor WA 0816-1522-5110,’’ kata Kapolsek Bareng, AKP Mustoib.
Pengasuh Pesantren BBE, Kiai Mudzakkir, sangat senang ditempati tablig anti narkoba.
’’Ini menambah ilmu bagi kita semua,’’ tuturnya. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz