JombangBanget.id – Petani di wilayah utara Sungai Brantas Jombang kembali harus menanggung kerugian besar akibat banjir luapan Kali Marmoyo yang merendam lahan pertanian.
Salah satunya Solikhan, 52, warga Dusun Jatirowo, Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, Jombang.
Seluruh tanaman padi di lahannya rusak dan mati sehingga ia dan petani lain terpaksa melakukan tanam ulang.
”Tanaman mati semua, jadi harus tanam ulang,” keluh Solikhan saat ditemui di sawahnya, Kamis (27/11).
Sholikhan mengaku mengalami kerugian besar akibat tanaman padi dengan luas tanam sekitar 8.400 meter persegi mati terendam banjir.
Sebab, pada tanam sebelumnya, ia sudah mengeluarkan biaya mencapai hampir Rp 4 juta.
”Mulai dari traktor Rp 750 ribu, meratakan Rp 600 ribu, buruh tanam Rp 1,8 juta, untuk nyabut bibit Rp 800 ribu. Itu belum termasuk benihnya,” ujar dia.
Tidak hanya sawahnya, banyak sawah petani lainnya juga mengalami nasib sama.
Tanaman padi yang baru ditanam mati akibat terendam banjir yang berlangsung sekitar dua pekan.
”Di sini saja ada sekitar 5,4 hektare tanaman padi yang amti akibat terendam banjir,” imbuhnya. Meski berat, ia tidak punya pilihan lain kecuali harus melakukan tanam ulang. ”Ini buat pinihan untuk memulai tanam ulang,” tandasnya.
Ia berharap pemerintah segera memperbaiki kondisi Kali Marmoyo agar banjir tahunan tidak terus berulang.
Baca Juga: Hujan Deras Picu Sampah Menumpuk di Bendung Marmoyo, Pemkab Jombang Segera Terjunkan Alat Berat
”Harapan kami itu bisa berhasil panennya. Cuma kendalanya itu di Kali Marmoyo supaya sungainya dinormalisasi, tanggulnya diperbaiki. Itu yang selama ini bikin banjir di sini. Masalah utamanya di situ, butuh perbaikan. Biar petani juga tidak tiap tahun selalu terdampak, karena mata pencaharian di sini ya dari pertanian,” ujar Solikhan.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Jombang M. Ronu melalui Kepala Bidang Perlindungan, Pasca Panen dan Pemasaran Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Hortikultura, Ahmad Jani Masyhudi menyampaikan, proses pendataan lahan terdampak banjir telah rampung.
Meski begitu, pihaknya belum bisa menyampaikan total luasan lahan terdampak banjir. Sebab, masih direkap.
”Sudah selesai, ini masih direkap,” kata Jani.
Ia menyebut, saat ini mayoritas wilayah utara Brantas memang belum memasuki masa tanam padi. Karena petani baru selesai panen tembakau.
”Memang ada sebagian yang kemarin tergenang, tetapi tidak banyak,” ujarnya.
Meski demikian, diakui penanganan sungai dan tanggul menjadi prioritas. Karena persoalan banjir di wilayah setempat bersumber dari luberan Kali Marmoyo. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz