Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Kapolres Jombang Bongkar Dampak Miras hingga Ajak Warga Jadi Mata dan Telinga Lingkungan

Rojiful Mamduh • Sabtu, 29 November 2025 | 13:06 WIB
TEGAS: Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, saat menyampaikan bahaya narkoba di Masjid Nurul Huda Desa Kudubanjar Kecamatan Kudu, Kamis (27/11) malam.
TEGAS: Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, saat menyampaikan bahaya narkoba di Masjid Nurul Huda Desa Kudubanjar Kecamatan Kudu, Kamis (27/11) malam.

JombangBanget.id – Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, mengajak masyarakat melaporkan penyalahgunaan narkoba di lingkungan terdekatnya.

’’Kalau keluarga yang melapor maka tidak akan dipidana, tapi akan direhabilitasi,’’ katanya saat tablig anti narkoba di Masjid Nurul Huda Desa Kudubanjar, Kecamatan Kudu, Kamis (27/11) malam.

Tapi jika pelaku ditangkap oleh aparat, maka akan diproses hukum.

’’Nantinya pengadilan yang akan menentukan tindaklanjutnya,’’ terangnya.

Minuman keras dan berbagai jenis narkoba termasuk induknya dosa.

’’Kasus-kasus pembunuhan di Jombang dilatari karena minuman keras,’’ ucapnya.

Tidak pemuda tega memperkosa gadis kemudian membunuhnya karena menenggak miras.

Seorang pria tega membunuh temannya kemudian memotong kepala dari tubuhnya juga diawali mabuk.

’’Narkoba bisa menimbulkan ketagihan. Kalau sudah ketagihan, maka apapun bisa dilakukan,’’ tegasnya.

Pengasuh PP Falahul Muhibbin, Watugaluh, KH Nurhadi (Mbah Bolong) cerita anak Umar bin Khattab radiyallahu anhu bernama Abu Usamah.

’’Umar orang baik. Usamah juga anak baik. Bahkan hafal Alquran,’’ terangnya.

Baca Juga: Begini Kiat Sukses Desa Mojotrisno Mojoagung Jombang Raih Juara 1 Kapolres Award Desa Aman

Tapi karena pengaruh lingkungan, Usamah melakukan dosa.

’’Usamah diajak orang mabuk. Setelah mabuk dia berzina,’’ bebernya.

Ini menunjukkan pentingnya kepedulian pada lingkungan.

’’Kita ini ibarat naik perahu. Kalau ada orang melubangi kapal didiamkan, maka semua bisa tenggelam. Kalau kiai diam, polisi diam, kades dan camat diam. Maka lingkungan akan rusak,’’ paparnya.

Singkat cerita, wanita yang dizina kemudian melahirkan dan lapor Umar. Umar lalu menghukum anaknya dengan seratus pukulan hingga mati.

’’Jika kita semua peduli kepada lingkungan, maka dari sini akan lahir anak-anak hebat yang akan menjadi pemimpin di masa depan,’’ tegasnya.

 Kades Kudubanjar, Gatot Kuswanto, sangat berterimakasih ditempati tablig.

’’Ketika Pak Kapolsek menyampaikan hendak ditempati tablig, kami langsung siap karena ini sangat penting bagi masyarakat,’’ ucapnya. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Tablig #Kudubanjar #anti narkoba #narkoba