JombangBanget.id - Ustad Hasanudin, menjelaskan pentingnya memperhatikan setiap waktu. Agar setiap waktu bernilai ibadah.
’’Setiap waktu harus diisi iman dan amal saleh,’’ tuturnya, saat khotbah di Masjid Annur Satlantas Polres Jombang, Jumat (128/11).
Sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam QS Al-‘Asr 1–3. Allah membuka dengan sumpah wal-‘ashr (demi waktu yang terus berkurang).
Para ulama menjelaskan: Karena waktu adalah nikmat terbesar yang paling cepat hilang, dan kebanyakan manusia tertipu olehnya.
Wal-‘ashr ini isyarat datangnya masa sore—akhir hari. Ketika Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam diutus, dunia sudah berada di sore harinya.
Ini menunjukkan, usia dunia telah memasuki babak akhir. Waktu semakin menipis, dan kesempatan beramal semakin sempit.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Aku diutus, dan jarak (diutusnya aku) dengan datangnya kiamat seperti dua jari ini (Sambil menyatukan jari telunjuk dan jari tengah).
Ini menegaskan, zaman kenabian adalah penanda bahwa dunia telah menua.
’’Musibah demi musibah, tanda waktu yang makin sempit,’’ ujarnya.
Kita hidup di zaman yang penuh musibah. Bencana alam, kerusakan moral, konflik nasional maupun internasional. Wabah penyakit dan krisis global.
Rasulullah memperingatkan: Akan datang suatu masa yang di dalamnya fitnah turun seperti potongan malam yang gelap gulita.
Baca Juga: Binrohtal: Amal Muta‘addi Mengungguli Ibadah Qasir
Semua musibah ini bukan sekadar peristiwa, tetapi peringatan kuat bahwa: Dunia tidak stabil.
Manusia tidak kekal. Waktu tidak menunggu siapa pun.
Ali bin Abi Thalib radiyallahu ‘anhu berkata: Dunia berjalan menjauh darimu, dan akhirat berjalan mendekat kepadamu.
Maka jadilah anak akhirat dan jangan jadi budak dunia.
Rasulullah bersabda: Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu: kesehatan dan waktu luang.
Surah Al-‘Asr mengajarkan, kehidupan manusia akan menjadi kerugian total.
Kecuali jika diisi empat hal. Beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.
’’Tanpa empat hal ini, hidup manusia sia-sia walau ia diberi umur panjang,’’ tegasnya.
Alkisah, Nabi Yakub alaihissalam berkata kepada Malaikat Maut: Mengapa engkau tidak memberiku tanda sebelum engkau menjemputku?
Malaikat Maut menjawab: Aku telah mengirimkan banyak tanda: Rambutmu memutih. Kekuatanmu melemah.
Penglihatanmu berkurang. Serta teman-temanmu banyak yang meninggal. Ketika semua itu kau abaikan, apa lagi tanda yang kau minta?
Amaliah yang paling membantu menjaga iman: Salat tepat waktu.
Membaca Alquran setiap hari. Zikir pagi-petang. Sedekah, menuntut ilmu, dan menghindari maksiat yang merusak hati. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz