Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal: Amal Muta‘addi Mengungguli Ibadah Qasir

Rojiful Mamduh • Rabu, 26 November 2025 | 12:45 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Pengasuh PP Raudlatul Tholibin Tambakberas, Dr KH M Fatoni Zen, menjelaskan pentingnya amal yang bermanfaat luas.

Hal itu diungkapkannya saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Selasa (25/11).

’’Amal muta‘addi (yang manfaatnya sampai kepada orang lain) lebih utama dari pada ibadah qasir (yang manfaatnya untuk diri sendiri),’’ tuturnya.

Membantu orang lain memiliki nilai luar biasa di sisi Allah Ta’ala.

Sebagaimana disebutkan di QS Almaidah 32. Siapa yang menyelamatkan satu jiwa, maka seakan-akan ia telah menyelamatkan seluruh manusia.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.

Dan amal yang paling dicintai Allah membuat muslim lain bahagia atau menghilangkan kesulitannya.

Rasulullah juga bersabda: Aku berjalan bersama saudaraku untuk memenuhi kebutuhannya lebih aku cintai daripada beri‘tikaf di masjidku ini selama sebulan.

Ibnu Abbas radiyallahu anhu mengatakan: Berjalan untuk menyelesaikan urusan saudaraku lebih aku sukai daripada berpuasa dan shalat sunnah sebulan.

Fudhail bin ‘Iyadh berkata: Allah lebih menyukai amal yang memberi manfaat kepada orang lain, meskipun kecil, daripada ibadah pribadi yang banyak namun hanya untuk diri sendiri.

Syekh Abdul Qadir al-Jailani berkata; Kebaikanmu yang menyentuh hati sesama jauh lebih besar nilainya di sisi Allah daripada munajatmu yang panjang tapi membuatmu buta terhadap penderitaan orang lain.

Penjahit saleh bernama Ali al-Muwafaq menabung 30 tahun demi pergi haji.

Suatu hari, ia melihat seorang janda mengambil bangkai di tempat sampah untuk dimasak. Karena anaknya sudah beberapa hari tidak di makan.

Ali menangis melihat itu. Lalu pulang mengambil seluruh uang bekal hajinya, dan memberikannya kepada janda itu.

’’Jika aku tidak bisa menuju rumah Allah, setidaknya aku dapat mengetuk pintu keridaan-Nya dengan menolong makhluk-Nya.’’

Di tahun yang sama, ulama besar Abdullah bin al-Mubarak sedang berhaji. Pada malam hari di Mina, ia bermimpi melihat dua malaikat berbincang.

’’Tahun ini tidak ada seorang pun yang hajinya diterima kecuali seorang lelaki penjahit bernama ‘Ali al-Muwafaq. Dan seluruh pahala haji tahun ini dibagikan kepadanya karena amal kebaikan yang ia lakukan kepada janda miskin itu.’’

Ketika Abdullah bin al-Mubarak sampai kampung, ia mencari penjahit itu dan menyampaikan mimpi tersebut. Mendengar itu, Ali al-Muwafaq menangis tersungkur.

Ia tidak menyangka amal kecil yang ia lakukan lebih besar nilainya daripada haji fisik yang ia niatkan. (jif/naz)

 

Editor : Ainul Hafidz
#Luas #Binrohtal #bermanfaat #amal