Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Banjir di Utara Brantas Jombang Rendam Sawah, Petani Bersiap Tanam Ulang

Ainul Hafidz • Jumat, 21 November 2025 | 23:11 WIB
Puluhan hektare sawah di Dusun Jatirowo, Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, Jombang terendam air hampir dua pekan terakhir.
Puluhan hektare sawah di Dusun Jatirowo, Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, Jombang terendam air hampir dua pekan terakhir.

JombangBanget.id - Banjir di kawasan utara Brantas Jombang bukan hanya merendam permukiman warga.

Puluhan hektare sawah di Dusun Jatirowo, Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, Jombang juga terendam air hampir dua pekan terakhir.

Kondisi ini membuat petani waswas karena tanaman padi yang baru ditanam terancam mati dan harus tanam ulang.

Sujianto, salah satu petani di Dusun Jatirowo mengatakan, sudah hampir dua pekan sekitar puluhan hektare sawah di wilayahnya terendam banjir.

”Awalnya sudah mulai surut, terus ketambahan air lagi. Sampai hari ini (kemarin) ternyata belum surut,” kata Sujianto, Kamis (20/11).

Sebagian besar petani menanam padi. Meski tak bisa memastikan, menurutnya area sawah yang tergenang banjir ditaksir mencapai puluhan hektare luasnya.

Ia pun waswas tanaman padi di sawahnya akan mati lantaran terlalu lama terendam banjir. ”Apalagi masih baru tanam,” bebernya.

Banjir di wilayah Jatirowo disebutnya bukan hal baru. Setiap musim hujan, kawasan tersebut selalu jadi jujukan genangan air akibat luapan Kali Marmoyo.

”Di sini tiap tahun langganan banjir. Surutnya juga lama,” imbuhnya.

Nasib yang sama juga dirasakan Sugeng.

Ia mengaku bingung lantaran kepikiran biaya untuk tanam ulang.

Baca Juga: Banjir Berhari-hari di Desa Pojokkulon Jombang, Bikin Aktivitas Warga Terganggu

Pasalnya, ia pesimistis tanaman padinya bisa diselamatkan.

”Sudah berhari-hari terendam banjir, jelas tanamannya mati. Tidak bisa diselamatkan,” kata Sugeng.

Menurutnya, banjir disebabkan intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan aliran Sungai Marmoyo meluap.

Ia berharap, pemerintah daerah lebih serius menangani persoalan banjir yang tiap tahun menggenangi sawahnya.

Padahal, ia menggantungkan nafkah keluarga dari sawah.

”Harapannya pemerintah lebih tanggap menangani banjir. Lebih peduli kepada nasib petani,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Jombang M. Rony melalui Kabid Perlindungan Pascapanen dan Pemasaran Hasil Pertanian Ahmad Jani Masyhudi membenarkan kondisi tersebut.

“Memang banjir di utara Brantas berdampak ke pertanian. Tim di lapangan masih melakukan pendataan menyeluruh,” ujarnya.

Pendataan dilakukan bersama petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) untuk memastikan kondisi riil di titik terdampak.

Menurut Jani, banjir kali ini diperkirakan bukan yang terakhir.

“Ini masih awal musim hujan. Kemungkinan tidak hanya sekali dan tidak hanya di Ploso saja. Karena itu, kami pantau terus titik-titik terdampak,” imbuhnya.

Dari laporan sementara, sebagian besar lahan di utara Brantas masih dalam tahap pengolahan tanah. Ada juga yang sudah masuk persemaian padi.

“Tanaman padi yang terendam tidak serta-merta rusak. Kalau genangan berlangsung lama, baru berpotensi mati,” jelasnya. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Pemkab Jombang #padi #Pertanian #kali marmoyo #Utara Brantas Direndam Banjir #sawah banjir #banjir #Jombang #utara brantas #disperta jombang #BPBD Jombang #Petani