Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Sejumlah Desa di Utara Brantas Jombang Terendam Banjir, Dua Kali Besar Ini Jadi Biang Keladinya

Achmad RW • Kamis, 20 November 2025 | 15:22 WIB

 

Air menggenangi jalan dan permukiman di Dusun Pagerongkal, Desa Pagertanjung, Kecamatan Ploso
Air menggenangi jalan dan permukiman di Dusun Pagerongkal, Desa Pagertanjung, Kecamatan Ploso

JombangBanget.id – Hujan deras yang mengguyur Jombang sejak Selasa (18/11) sore hingga malam mengakibatkan sejumlah desa di wilayah utara Sungai Brantas kebanjiran.

Tingginya debit air mengakibatkan sejumlah sungai meluap dan menggenangi permukiman. Hingga Rabu (19/11) siang, banjir berangsur surut.

Namun, di sejumlah desa genangan air masih bertahan, terutama di wilayah pinggiran Sungai Marmoyo.

Sejumlah desa yang terdampak banjir di antaranya Desa Jatibanjar, Pagertanjung, Pandanblole, Jatigedong, dan Desa Gedongombo, Kecamatan Ploso. Desa Klitih, Kecamatan Plandaan dan juga Desa Sidokaton, Kecamatan Kudu.

Kades Klitih Siti Roaini menerangkan, air mulai menggenangi permukiman warga Dusun Pojok sejak Selasa (18/11) malam.

Ketinggian muka air bervariasi antara 30-50 cm. Hingga pukul 21.00 genangan air masih bertahan, namun berangsur surut.

”Pagi sudah habis dan surut sepenuhnya,” lanjutnya. Selain intensitas hujan yang tinggi, banjir diduga disebakan sungai di wilayahnya meluap.

Banjir juga menerjang sejumlah dusun di Desa Jatibanjar, Kecamatan Ploso. Beruntungnya menjelang pukul 21.00, genangan air berangsur surut.

Dusun Jatipotroyudo dan Dusun Legarang terdampak paling parah. Di sejumlah titiknya air bahkan sampai masuk ke rumah-rumah warga.

Beruntungnya air cepat surut. ”Rabu pagi sudah surut semua,” bebernya.

Menurutnya, intensitas hujan yang tinggi menjadikan debit Kali Kulak yang melintasi wilayahnya naik hingga meluap dan menggenangi permukiman. ”Penyebabnya Kali Kulak meluap,” bebernya,” ujar Kades Jatibanjar, Sarinah.

Hingga Rabu (19/11) siang, di sejumlah titiknya banjir masih bertahan, terutama di wilayah bantaran Sungai Marmoyo.

Antara lain Desa Pagertanjung, Desa Pandanblole, Desa Jatigedong, dan Desa Gedongombo, Kecamatan Ploso serta Desa Sidokaton, Kecamatan Kudu.

Ketinggian muka air ebrvariasi mulai 30-50 sentimeter. Akibat banjir, aktivitas warga terganggu. Warga waswas banjir susulan mengingat curah hujan masih tinggi.

Menyikapi banjir, Dinas PUPR Jombang bergerak cepat menerjunkan alat berat untuk membersihkan sampah yang menumpuk di sejumlah jembatan, terutama dua jembatan di Desa Gedongombo, Kecamatan Ploso.

”Fokus kami tadi ada dua titik jembatan. Alat berat sudah di lokasi untuk melakukan pembersihan,” jelasnya,” terang Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Jombang, Sultoni.

Terpisah, Kalaksa BPBD Jombang Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas melalui Supervisor Pusdalops Stevy Maria membenarkan banjir yang menggenangi sejumlah wilayah di utara Sungai Brantas.

“Yang Selasa malam, sudah surut, namun pagi hingga siang tadi genangan muncul di sejumlah titik di sekitar Kali Marmoyo,” lontarnya.

Hingga Rabu sore, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang masih memantau dampak banjir.

Ketinggian air bervariasi antara 30–50 sentimeter. ”Ada beberapa rumah yang kemasukan air juga, kami masih melakukan pendataan lebih lanjut,” pungkasnya. (riz/naz)

 

Editor : Ainul Hafidz
#kali marmoyo #banjir #Jombang #utara brantas