Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal: Belajar dari Walisongo, Dakwah Lewat Seni, Bukan Caci Maki

Rojiful Mamduh • Selasa, 11 November 2025 | 13:09 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Imam Masjid Dr H Moeldoko, Jombang, KH Muhtarom Alhafiz, menjelaskan pentingnya mensyukuri nikmat ibadah.

’’Kenikmatan kita dalam beribadah, manisnya iman, dan lezatnya Islam yang kita rasakan hari ini tidak lepas dari jasa para leluhur kita,’’ tuturnya, saat khotbah di Masjid Annur Satlantas Polres Jombang, Jumat (7/11).

Mereka telah menerima dakwah Islam dengan hati lembut dan penuh cinta.

Juga dari para salafus saleh, khususnya Walisongo, yang dengan penuh kebijaksanaan menanamkan nilai-nilai Islam di bumi nusantara ini.

Mereka tidak memaksa, tidak menekan, tetapi mendakwahkan Islam dengan kelembutan, seni, budaya, dan akhlak mulia.

Dakwah yang menyejukkan dan mencerminkan ajaran Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin—rahmat bagi seluruh alam.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam QS Annahl 125.

Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam suri teladan dalam dakwah penuh kasih.

Ketika penduduk Toif melempari beliau dengan batu hingga berdarah, Rasulullah tidak membalas dengan doa kebinasaan, melainkan berdoa:  Ya Allah, berilah hidayah kepada kaumku, karena mereka belum mengetahui kebenaran.

Inilah akhlak seorang dai sejati. Tidak membalas keburukan dengan keburukan, tapi dengan doa dan kasih sayang.

Baca Juga: Binrohtal: Begini Cara Bedakan Wali Asli dan Palsu

Negara kita, Indonesia, kaya akan tradisi, budaya, bahasa, dan agama.

Maka menjadi kewajiban kita sebagai umat Islam untuk berdakwah dengan hikmah dan toleransi, bukan dengan permusuhan dan merasa paling benar sendiri.

Allah mengingatkan dalam QS Al An’am 108.

Dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena nanti mereka akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan.

Sayidina Umar bin Khattab radiyallahu ‘anhu berkata: Sesungguhnya seseorang akan lebih mudah menerima kebenaran jika engkau menyampaikannya dengan lembut dan penuh kasih.

Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: Kelembutan adalah kunci setiap kebaikan.

Siapa yang kehilangan kelembutan, maka ia kehilangan banyak kebaikan.

Para Walisongo memahami betul pesan ini. Mereka tidak menghancurkan budaya, tetapi menyucikan dan mengislamkannya, hingga budaya menjadi sarana dakwah.

Itulah sebabnya Islam bisa diterima luas di Nusantara tanpa peperangan besar.

Sunan Kalijaga berdakwah kepada masyarakat Jawa memanfaatkan kesenian seperti wayang dan tembang untuk menyampaikan nilai-nilai tauhid.

Tidak ada paksaan, tidak ada caci maki—yang ada adalah keteladanan, kesantunan, dan kebijaksanaan.

Maka ribuan orang tertarik kepada Islam karena melihat akhlaknya sebelum mendengar dakwahnya. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Polres Jombang #Caci Maki #Cara Dakwah #Bukan #masjid #seni #Binrohtal #Jombang #dakwah #walisongo