JombangBanget.id - Pengasuh Pesantren Al Manshuriyah, Kalijaring, sekaligus Ketua MUI Kecamatan Tembelang, Jombang, KH Nur Kholis menjelaskan larangan membunuh anak.
’’Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar,’’ tuturnya mengutip QS Al-Isra’ 31, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (29/10).
Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan: Allah melarang membunuh anak karena takut miskin, karena yang memberi rezeki adalah Allah.
Barang siapa menyangka bahwa anaknya akan membuatnya miskin, maka sungguh ia telah berprasangka buruk kepada Allah.
Hal yang sama ditegaskan dalam QS Al An’am 151.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya Jibril telah membisikkan ke dalam hatiku: Tidak ada satu jiwa pun yang akan mati sampai ia menyempurnakan rezekinya dan ajalnya.
Maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah cara mencari rezeki.
Janganlah karena lambatnya rezeki kamu mencari dengan cara maksiat, sebab apa yang ada di sisi Allah tidak akan diperoleh kecuali dengan ketaatan kepada-Nya.
Seorang lelaki datang dan berkata: ’’Wahai Rasulullah, aku fakir dan tidak mampu menafkahi anak-anakku.”
Rasulullah bersabda: Mintalah kepada Allah dan jangan pernah berhenti berdoa, sebab Allah-lah yang memberi rezeki kepada burung: ia pergi pagi dalam keadaan lapar dan kembali sore hari dalam keadaan kenyang.
Setiap orang sudah punya jatah rezeki, tapi bisa jadi dilewatkan orang lain.
Baca Juga: Binrohtal: Rezeki Sudah Ditanggung Allah Sejak Sebelum Lahir
’’Contohnya rezeki anak dilewatkan ornag tua,’’ terangnya.
Kita tidak boleh merasa menanggung rezeki orang lain.
Seorang sahabat mengadu kepada Rasulullah; ’’Wahai Rasulullah, aku memiliki saudara yang tidak bekerja, dan aku harus menanggung rezekinya.’’
Rasulullah bersabda: Barangkali engkau diberi rezeki karena dia.
Tidaklah kalian diberi pertolongan dan rezeki kecuali karena doa dan keberkahan orang-orang lemah di antara kalian.
Takut miskin merupakan tipuan setan.
Ditegaskan di QS Albaqarah 268; Setan menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan, sedang Allah menjadikan untukmu ampunan dan karunia.
Dan Allah Maha Luas karunia-Nya lagi Maha Mengatahui.
Umar bin Khattab radiyallahu anhu berkata: Aku heran kepada orang yang takut miskin padahal ia yang diciptakan oleh Allah yang Maha Kaya.
Hasan Al-Bashri berkata: Rezeki akan mencari manusia sebagaimana ajal mencarinya.
Maka janganlah engkau susah payah mencarinya dengan cara yang haram.
Imam Al-Ghazali menjelaskan, salah satu bentuk ketidak-tawakkalan, takut tidak cukup rezeki untuk anak. Padahal Allah-lah Sang Maha Pemberi Rezeki.
Ketika seseorang takut miskin karena anaknya, maka ia seakan-akan menuduh Allah tidak akan mencukupi hamba-Nya. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz