Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Banyak Warga Jombang Mengeluh Motor Mogok Usai Beli Pertalite

Achmad RW • Kamis, 30 Oktober 2025 | 18:58 WIB
Sejumlah pengendara motor di Kabupaten Jombang mengeluhkan kendaraannya mendadak brebet diduga usai mengisi bahan bakar jenis Pertalite.
Sejumlah pengendara motor di Kabupaten Jombang mengeluhkan kendaraannya mendadak brebet diduga usai mengisi bahan bakar jenis Pertalite.

JombangBanget.id – Sejumlah pengendara motor di Kabupaten Jombang mengeluhkan kendaraannya mendadak brebet diduga usai mengisi bahan bakar jenis Pertalite.

Keluhan muncul dari berbagai wilayah, mulai Peterongan, Sumobito, Kesamben, Tembelang, Gudo, hingga Kecamatan Jombang.

Salah satunya dialami Rohman, 65, warga Desa Watudakon, Kesamben. Ia menyebut motornya mogok usai diisi Pertalite yang dibelinya dari pengecer pada Senin (27/10).

”Awalnya motor dipakai istri saya jalan, terus brebet mati. Dipakai lagi, tidak lama mesin mati lagi,” ujarnya, Selasa (28/10).

Motor milik Rohman yang baru berusia lima bulan itu sebelumnya tidak bermasalah. Namun gejala brebet muncul setelah mengisi bensin di pengecer.

”Biasanya isi di SPBU, tapi kemarin beli di eceran,” katanya.

Robin, warga Kecamatan Tembelang juga mengeluhkan motornya mogok setelah mengisi Pertalite di SPBU sekitar rumahnya.

”Tiba-tiba motor saya brebet, padahal sebelumnya normal. Pas saya bawa ke bengkel, ternyata banyak motor yang ngalamin hal sama,” ujarnya.

Robin mengatakan motornya kembali normal setelah menguras isi tangki dan menggantinya dengan Pertamax. ”Baunya aneh, seperti bau alkohol,” katanya.

Edi, warga Kecamatan Diwek, juga mengaku motornya ngadat usai mengisi Pertalite. Ia kini memilih beralih ke Pertamax.

”Sudah dua Pom (SPBU, Red) saya ngisi Pertalite, motornya jadi mogok terus,” ungkapnya.

Baca Juga: Gangster Bikin Onar Lagi di Jombang, Bacok Tangan Remaja Usai Isi Bahan Bakar di SPBU Parimono

Ia terpaksa membawa motornya ke bengkel dan menguras seluruh isi tangki.

”Ini tadi katanya bengkelnya disuruh ganti Pertamax. Jadi daripada motor mogok lagi, saya sekarang isi Pertamax saja,” ujarnya.

Kevin Wiebe, 19, warga Kecamatan Ngoro, mengalami hal serupa usai mengisi Pertalite di Kecamatan Gudo.

”Sebelum berangkat kerja, saya isi Pertalite Rp 20.000. Awalnya normal, tapi sekitar pukul 11.00 motor saya mulai brebet,” ujarnya.

Setelah dibawa ke bengkel, mekanik menemukan dugaan bahan bakar tak sesuai standar.

”Kata pihak bengkel, kalau bensin tercampur etanol bisa bikin busi cepat berkarat. Padahal motor saya masih baru,” kata Kevin.

Motor Kevin kembali normal setelah tangki dikuras dan diisi Pertamax.

 

”Sekarang sudah aman. Biaya servis kemarin Rp 69.500,” tambahnya.

Ferdiansyah Alnavaro, 26, warga Desa Tebel, Kecamatan Bareng, juga mengeluhkan hal serupa.

Motornya mati mendadak usai mengisi Pertalite Rp 20.000 di SPBU wilayah Jombang.

”Baru sampai Blimbing, motor saya mati dan tidak bisa distarter. Setelah dicek, ternyata ada dugaan campuran air dan etanol di tangki,” jelasnya.

Ferdiansyah harus mengeluarkan biaya servis Rp 175.000 untuk menguras tangki dan membeli Pertamax.

”Setelah diganti Pertamax, motor kembali normal. Tapi sebelumnya saya pakai Pertalite tidak pernah ada masalah,” katanya.

Huda, pemilik bengkel di Kecamatan Peterongan, membenarkan banyaknya motor datang ke bengkelnya dengan keluhan mogok.

”Rata-rata motornya brebet dan susah nyala. Setelah bahan bakarnya diganti Pertamax, semuanya normal lagi,” ungkapnya. (riz/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#pertalite #spbu #Warga Jombang #motor mogok #Jombang #bahan bakar #mogok #sepeda motor #bengkel