JombangBanget.id - Pengasuh Pesantren Al Madienah Denanyar, Jombang, KH Muhammad Najib Muhammad, menjelaskan keutamaan Alquran.
’’Alquran merupakan mukjizat terbesar,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (29/10).
Mukjizat nabi lain habis begitu masa nabinya habis. Contohnya tongkat Nabi Musa alaihissalam.
’’Tongkat Nabi Musa sekarang dikarciskan di Turki,’’ ucapnya.
Karena sudah tidak bisa membelah lautan.
Sedangkan mukjizat Alquran masih terus lestari hingga sekarang. Bahkan umat Nabi bisa merasakan dampak kemukjizatan Alquran.
’’Orang yang membaca, menghafal, mempelajari, belajar, mengajarkan dan mengamalkan Alquran akan keramat dan mulia,’’ terangnya.
Ketika menciptakan manusia, Allah menyebut dirinya kholiq (maha pencipta).
Seperti dalam Quran Surat Al Alaq ayat 2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
Namun ketika cerita baca Alquran, Allah menyebut dirinya yang maha mulia. Seperti dalam Quran Surat Al Alaq ayat 3.
Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia.
Baca Juga: Binrohtal: Sedekah Jadi Magnet Rezeki
’’Ini menunjukkan, orang yang paling mulia atau keramat tertinggi yakni yang belajar dan mengajar ilmu khususnya Alquran,’’ paparnya.
Semua mukjizat nabi pasti diberikan dalam versi lebih hebat kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.
Nabi Isa alaihissalam bisa menyembuhkan orang buta. Pada perang Badar, mata sahabat Qatadah lepas.
Dia minta agar Nabi memulihkan. Setelah mata ketemu dan diusap Nabi, dia bisa melihat lagi dan tidak pernah trakum hingga wafat usia 92 tahun.
Nabi Musa alaihissaalam bisa mengeluarkan air dari batu. Dari tangan Nabi bisa keluar air yang diminum 1.400 sahabat.
’’Semua doa pasti dikabulkan oleh Allah Ta’ala,’’ terangnya.
Tapi dalam waktu dan cara sesuai kehendak Allah Ta’ala.
Doa Nabi Musa agar Fir’aun hancur baru dikabulkan dalam waktu 40 tahun.
Doa Nabi Nuh agar umatnya yang kafir dihabiskan dikabulkan dalam waktu 57 tahun.
’’Menjalankan tugas pekerjaan itu lebih baik dari ibadah sunah,’’ jelasnya.
Suatu ketika Abdullah bin Abbas radiyallahu anhu baru duduk itikaf di masjid. Lalu datang pemuda membisiki.
Abdullah bin Abbas lalu keluar ikut si pemuda. Tak lama dia kembali dan ditanya sahabat lainnya kenapa meninggalkan itikaf?
Abdullah bin Abbas menjawab; Ada amalan yang lebih dicintai Allah dari pada salat dan puasa sunah.
Yakni merukunkan orang bermusuhan. Pemuda tadi memberitahu bapak ibunya bertengkar.
Makanya dia ikut ke rumah si pemuda untuk mendamaikan. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz