Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Program Bongkar Ratoon Tebu di Jombang Belum Capai Target, Realisasinya Baru Capai Segini

Azmy endiyana Zuhri • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 03:51 WIB
HADAPI TANTANGAN: Petani di Jmobang bersiap menghadapi tanam tebu.
HADAPI TANTANGAN: Petani di Jmobang bersiap menghadapi tanam tebu.

JombangBanget.id – Program bongkar ratoon tebu di Kabupaten Jombang belum mencapai target.

Dari total sasaran seluas 2.500 hektare yang ditetapkan tahun 2025, hingga pekan ketiga September realisasi baru mencapai sekitar 1.299 hektare atau separo dari target.

Kepala Dinas Pertanian Jombang M. Rony menjelaskan, keterlambatan pencapaian target terjadi karena sebagian petani sudah menanam tebu lebih awal pada Juni–Agustus, sebelum program resmi dimulai.

”Target bongkar ratoon Jombang tahun ini 2.500 hektare. Penanaman dijadwalkan Oktober–November dan diharapkan rampung pada 2026,” ujar Rony.

Meski realisasi masih rendah, Ronny tetap optimistis target dapat terpenuhi. Optimisme ini didukung sinergi antara pemerintah daerah, pabrik gula, asosiasi petani (APTRI), hingga TNI, serta adanya insentif bagi petani peserta program.

”Petani peserta bongkar ratoon mendapat bantuan bibit tebu senilai Rp 10 juta per hektare dan biaya tenaga kerja Rp 4 juta per hektare,” tegasnya.

Berdasarkan data Dinas Pertanian, sektor tebu di Jombang menunjukkan tren positif.

Pada 2024, luas tanam tebu mencapai 10.787 hektare dengan produksi 787.246 ton.

Rata-rata rendemen juga meningkat dari 6,5 persen pada 2023 menjadi 7,11 persen pada 2024, meski produktivitas per hektare sedikit menurun.

Untuk panen 2025 yang berlangsung Mei–Agustus, tercatat luas tebu 8.090 hektare dengan produksi 590.434 ton dan produktivitas rata-rata 73 ton per hektare.

Meski program resmi bongkar ratoon baru dimulai Oktober, sebagian petani telah lebih dulu melakukan bongkar ratoon mandiri (Pola A) seluas 2.195 hektare pada Juni–Juli.

”Saat ini usulan program Bongkar Ratoon di Kabupaten Jombang mencapai 502 hektare dan sedang dalam tahap verifikasi validasi oleh Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur,” tambah Rony.

Agar target tercapai, Ronny menegaskan empat langkah strategis.

Antara lain peremajaan lahan dengan varietas unggul berpotensi rendemen tinggi, penerapan teknologi budi daya modern, penguatan kemitraan petani–pabrik gula, serta peningkatan monitoring dan evaluasi agar program tepat sasaran.

”Dengan sinergi semua pihak, Jombang siap menjadi lumbung tebu unggulan Jawa Timur dan berkontribusi bagi swasembada gula nasional,” tandasnya. (yan/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#bongkar #Pertanian #realisasi #ratoon #Jombang #tebu #target #disperta jombang